Wah! Studi Sebut Konsumsi Susu Tinggi Lemak Bisa Turunkan Risiko Diabetes

Wah! Studi Sebut Konsumsi Susu Tinggi Lemak Bisa Turunkan Risiko Diabetes

- detikHealth
Kamis, 18 Sep 2014 07:02 WIB
Wah! Studi Sebut Konsumsi Susu Tinggi Lemak Bisa Turunkan Risiko Diabetes
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Produk susu yang tinggi lemak seperti susu full cream atau krim selama ini biasanya dijauhi karena dapat membuat gemuk. Namun studi justru menyebutkan bahwa konsumsi produk ini dapat menurunkan risiko diabetes.

Lemak dalam makanaan memiliki peran penting dalam diabetes tipe 2, yakni dengan memengaruhi metabolisme glukosa dan sensitifitas insulin. Nah, studi yang baru-baru ini dipresentasikan pada pertemuan tahunan European Association for the Study of Diabetes (EASD) di Wina, Austria, menyebutkan bahwa konsumsi produk susu tinggi lemak seperti susu full cream dan krim, dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 hingga 23%.

"Pengamatan kami berkontribusi untuk mengklarifikasi temuan sebelumnya mengenai lemak pada makanan dan kaitannya dengan diabetes tipe 2," ujar ketua peneliti, Dr Ulrika Ericson, seperti dikutip dari Web MD, Kamis (18/9/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilanjutkan oleh Ericson, penurunan risiko diabetes tipe 2 ini terlihat lebih signifikan pada asupan produk susu tinggi lemak, bukan produk susu rendah lemak. Untuk membuktikannya, Ericson dan rekan-rekannya mengumpulkan data 26.930 peserta yang berusia di antara 45-74 tahun, yang 60% di antaranya adalah perempuan. Setelah 14 tahun dikaji, ditetapkan bahwa 2.860 peserta telah terkena diabetes tipe 2.

Asupan lebih tinggi dari produk susu tinggi lemak menurunkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 23% pada konsumsi tertinggi, yakni sekitar 8 porsi per hari, dibandingkan mereka yang mengonsumsi hanya 1 porsi per hari).

Orang yang mengonsumsi 30 ml krim per hari menurunkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 15% dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi 0,3 ml per hari. Minum 180 ml susu fermentasi tinggi lemak juga mengurangi risiko diabetes tipe 2 sebesar 20% dibandingkan mereka yang tidak minum satu pun.

"Temuan kami menunjukkan bahwa berbeda dengan lemak hewan pada umumnya, lemak khusus pada produk susu mungkin lebih berperan dalam pencegahan diabetes tipe 2," imbuh Ericson.

Meskipun mengonsumsi produk susu rendah lemak tidak berdampak terhadap penurunan risiko diabetes tipe 2. Namun mengonsumsi daging, baik yang rendah lemak dan tinggi lemak, justru menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap risiko diabetes tipe 2. Ya, Ericson menyebutkan bahwa konsumsi daging tinggi lemak dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 9%.

(ajg/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads