Menurut ahli gizi dan pakar diet, Malia Frey, jus dapat mengandung gula yang justru lebih banyak, dibandingkan jika Anda mengonsumsi buah segar potong. Bahkan jika Anda tidak menambahkan gula tambahan, sebagian besar buah-buahan manis mengandung kadar tinggi fruktosa.
Nah, ketika Anda memisahkan fruktosa dari serat (yang biasanya ditemukan di dalam daging buah), kandungan gula tersebut menjadi dicerna sangat cepat. Pada akhirnya meskipun Anda sudah minum segelas jus, Anda akan cepat lapar kembali dan justru makan lebih banyak beberapa saat kemudian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya kombinasi dari jus nanas, pisang, dan mangga memiliki 15,7 gram gula per 100 ml. Hampir 50% lebih banyak dari kandungan minuman bersoda yang hanya 10,6 gram per 100 ml," jelas Catherine.
Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (25/9/2014), The British Dietetic Association pun telah melakukan 'perang' terhadap kebiasaan minum jus. Mereka mengingatkan bahwa buah atau sayur yang dijadikan jus akan kehilangan beberapa nutrisi yang akan ditemukan dalam buah atau sayuran utuh.
Dalam penelitian terbaru juga ditemukan bahwa konsumsi jus dalam jangka panjang bisa merusak enamel gigi karena sifat keasaman dalam jus tersebut.
Oleh sebab itu, Frey lebih menganjurkan Anda untuk mengonsumsi buah potong segar. Menurutnya, ketika Anda makan buah-buahan dan sayuran secara keseluruhan maka Anda akan mendapatkan manfaat dari serat dan teksturnya.
(ajg/vta)










































