"Cukup dengan air putih saja," kata pakar gizi, Leona Victoria Djajadi, MND, kepada detikHealth dan ditulis pada Senin (6/10/2014). Dia menekankan air putih menjadi pilihan jika olahraga yang dilakukan hanya bersifat leisure dan pleasure.
Menurut Victoria, minuman yang dikonsumsi usai olahraga memang seharusnya bergantung dari seberapa lama dan seberapa keras seseorang berolahraga. Nah, jika olahraga yang dilakukan berintensitas tinggi, di mana dilakukan lebih dari satu jam dan terus-menerus, biasanya direkomendasikan minuman elektrolit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khusus bagi Anda yang hobi atau memiliki rutinitas berlari, penting untuk memperhatikan kebutuhan cairan agar tak dehidrasi. Diungkapkan oleh seorang dokter Kesehatan dan Ahli Fisiologi Olahraga, dr Ermita I. Ilyas, Ms, AIFO, dehidrasi merupakan salah satu hal yang dianggap menjadi awal dari penyebab risiko cedera atau kram yang akan dialami oleh pelari.
Apalagi, dr Ermita mengungkapkan bahwa ketika tubuh mengalami kekurangan cairan (dehidrasi) selagi berlari, maka hal tersebut akan berdampak pada gangguan kesadaran, kelelahan yang cepat, bahkan mengganggu performance pelari. "Pelari harus memperhatikan hal-hal sebelum, selama, dan sesudah berlari. Pada saat sebelum berlari, pelari disarankan untuk minum sebanyak 500-600 ml air pada 2-3 jam sebelum lari dimulai dan 300 ml air pada 10-15 menit sebelum lari dimulai," tuturnya.
Pada saat berlari, usahakan minum sebanyak 400-800 ml. Namun, perhatikan juga untuk tidak terlalu banyak minum. Karena jika terlalu banyak minum, pelari bisa mengalami hiponatremia.
(ajg/vit)











































