Setiap hari selama 7 tahun, Kelly Lee Dekay, selalu mengenakan korset. Tujuannya adalah agar dirinya memiliki pinggang super ramping. Berhasil memang. Di usianya yang 27 tahun, Kelly memiliki pinggang yang super ramping. Adakah efek samping menggunakan korset setiap hari?
Menggunkan korset untuk memodifikasi tubuh secara drastis disebut tightlacing. Ahli bedah laparoskopi, dr Manish Motwani, mengatakan pemakaian korset dalam jangka panjang dapat membatasi pernapasan, merusak kulit, dan bahkan menimbulkan memar pada organ internal.
"Penurunan berat badan tidak akan didapat dengan memakai korset. Itu hanya akan memberikan tampilan pinggang yang lebih kecil. Meskipun mungkin tampaknya membuat seseorang terlihat lebih ramping, tapi sebenarnya ini hanya ilusi visual sementara saja. Sebab ukuran pinggang tidak berkurang karena korset," ujar dr Manish dikutip dari Times of India dan ditulis pada Senin (3/11/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendapat senada dr Orly Avitzur, seorang konsultan kesehatan. "Ketika kamu memakai baju yang terlalu ketat, kamu juga menekan saraf atau organ bagian dalam," ujar dr Orly.
Ia mengaku pernah merawat remaja berusia 15 tahun yang mengidap infeksi kandung kemih, masalah pada saluran pencernaan, dan mengalami kerusakan pada sarafnya. Ini semua diindikasi berasal dari kebiasaan si gadis menggunakan korset pelangsing secara terus menerus.
Pemakaian korset dapat menyebabkan sesak napas dan ketidaknyamanan saat bergerak. Sebab ketatnya korset tidak memungkinkan masuknya cukup udara untuk mengisi paru-paru. Dengan demikian, wanita akan bernapas pendek dan hanya sampai bagian atas paru-parunya, sehingga menimbulkan munculnya lendir dan batuk. Selain itu, korset juga dapat mengganggu sistem pencernaan dengan cara menekan usus dan menimbulkan sembelit.
Ketimbang membebat pinggang dengan korset berhari-hari tanpa menyisakan waktu tubuh untuk 'bernapas', bisa dijajal cara lain yang lebih nyaman. Misalnya saja dengan menekuk tubuh bagian pinggang. Caranya, berbaringlah dengan telapak tangan di bawah, selipkan dibawah punggung. Tekuk lutut dan perlahan angkat kepala dan pundak Anda. Jika masih kesulitan melakukan ini, Anda bisa beli hula hoop. Lakukalah olahraga menggunakan hula hoop 15 menit sehari, hasilnya Anda akan mendapatkan pinggang yang ramping.
Cara lainnya adalah dengan melakukan pilates. Pilates diyakini dapat menghasilkan otot inti yang kuat dan stabil sehingga menyelaraskan pinggang Anda.
(vit/up)











































