Bosan Jalani Diet Paleo, Anne Nekat Konsumsi Makanan Anjing

Bosan Jalani Diet Paleo, Anne Nekat Konsumsi Makanan Anjing

- detikHealth
Selasa, 04 Nov 2014 15:02 WIB
Bosan Jalani Diet Paleo, Anne Nekat Konsumsi Makanan Anjing
Anne Kadet (dok.twitter)
New York - Bertahun-tahun menjalani diet paleo dengan hanya mengonsumsi daging, telur, dan sayuran membuat Anne Kadet bosan dengan menu makanannya. Ingin mencoba pola makan lain, Anne pun nekat menjajal diet makanan anjing selama satu minggu.

Menurut Anee, diet paleo membuat biaya makannya lebih besar. Suatu ketika ia pun melihat kemasan makanan anjing di mana dalam kemasan itu tertera makanan anjing tersebut diperkaya dengan omega 3, omega 6, dan antioksidan. Dengan yakin, Anne pun mulai mengonsumsi makanan anjing, bagaimana rasanya?

"Di hari pertama saya menuang semangkuk makanan anjing. Teksturnya kering dan berpasir dengan rasa agak asam, seperti seral yang menyehatkan pasti. Tapi baru sebentar mengunyah, rahang saya sudah capek," tulis Anne dalam situs OZY dan dikutip dari berbagai sumber, Selasa (4/11/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sela-sela waktu makan siang dan malam pun Anne tetap mengonsumsi susu khusus untuk tulang. Ketika sedang bertemu dengan temannya, otomatis ia tak bisa memesan sembarang makanan. Ingin mencari makanan yang lebih baik, Anne pun bertandang ke toko makanan hewan. Anne lantas menemukan makanan kaleng yang disebut mengandung ayam, kacang polong, wortel dan saus.

"Saat sampai di rumah, saya buka kemasannya, persis seperti makanan kaleng, tapi ternyata rasanya hambar dan berbau aluminium. Saat saya perhatikan ternyata ada tulisan bahwa makanan tersebut bukan untuk manusia. Saya pun segera berkonsultasi dengan teman di New York University," tutur wanita yang berprofesi sebagai kolomnis ini.

Sang teman pun menganjurkan Anne untuk menghentikan dietnya tersebut. Karena kebingungan, ibu Anne pun merekomendasikan makanan anjing beku untuk putrinya. Menurut Anne, rasa, tekstur, dan bentuk makanan beku itu seperti sosis. Tak berhenti sampai di situ, ia juga mencoba berbagai produk makanan anjing lainnya.

Mulai dari makanan anjing berbentuk pasta rasa tuna, biskuit, makanan kalengan berkomposisi labu, wortel, dan telur puyuh pun sudah dicicipi oleh Anne. Hingga saat hari ke-enam program dietnya, Anne berkonsultasi dengan dr Angele Thomposon, Ketua Pet Food Institute’s Nutrition Task Force. Thompson mengatakan anjing dan manusia memiliki kebutuhan nutrisi berbeda.

"Anjing bisa memproduksi sendiri vitamin C. Asam amino yang dibutuhkan anjing dan manusia juga berbeda. Setelah saya hitung-hitung, per harinya saya harus menghabiskan Rp 20 ribu hanya untuk memenuhi kebutuhan 200 kalori. Ternyata ini jauh lebih mahal dibanding diet paleo," tutur Anne.

Meski begitu, enam hari usai menjalani diet makanan anjing, bobot Anne turun sebanyak 1 kg. Kadar gula darahnya pun lebih rendah dibarengi dengan tubuh yang dirasa Anne lebih berenergi. "Saya ingin kembali mengonsumsi makanan manusia. Kita lihat saja nanti. Yang pasti, saya ingat kata-kata Thompson bahwa makanan anjing hanya didesain untuk anjing," tandas Anne.

(rdn/vit)

Berita Terkait