Dikatakan Mentessi, sejak kecil ia tinggal dengan kakek neneknya karena sang ibu sudah meninggal. Kebetulan, Mentessi termasuk anak yang sulit bergaul hinggan ia pun sangat dimanja oleh kakek dan neneknya, termasuk dalam urusan makanan. Akibatnya, sampai dewasa Mentessi gemar makan.
"Dalam sehari saya bisa dua kali membeli menu kesukaan saya di restoran junk food ditambah dengan minuman soda. Belum lagi keripik dan makanan manis lain yang membuat bobot saya melambung," kisah Mentessi, dikutip dari Mirror, Selasa (11/11/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun 2009, tiba-tiba pria yang bekerja sebagai manager keuangan ini mengalami bekuan darah di paru-parunya hingga ia harus diangkut ke RS menggunakan ambulans khusus karena ukuran tubuhnya yang sangat besar. Saat itulah, dokter merekomendasikan Mentessi untuk menjalani operasi bariatrik.
"Saat itu saya sadar bahwa tubuh gemuk saya ini bisa jadi sumber penderitaan. Maka dari itu saya mulai mengurangi porsi makan dan rajin berolahraga. Di bulan April 2013 saya menjalani operasi gastrektomi," tuturnya.
Awal tahun ini, Mentessi juga sudah menjalani prosedur operasi di bagian ususnya. Kombinasi antara operasi bariatrik dan pengatiran pola hidup sukses membuat Mentessi memiliki berat badan 88 kg.
(rdn/vit)










































