Para ilmuwan mengungkapkan bahwa pola makan tertentu dapat memperlambat proses penuaan dengan memengaruhi proses perilaku gen. Salah satu tips yang dianjurkan adalah dengan memangkas asupan karbohidrat dan kalori berlebih.
Mereka menemukan diet rendah kalori memantu menghentikan kenaikan dari tingkat aktivitas sekitar 900 gen yang terkait dengan masalah penuaan dan pembentukan memori di otak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun demikian, bukan berarti membatasi kalori lantas membuat Anda muda selamanya. Ini hanya berkaitan dengan kesehatan tubuh yang lebih terjaga berkaitan dengan usia," ungkap Ginsberg.
Studi lain yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology menyebutkan bahwa membatasi kalori memperlambat penuaan pada manusia. Untuk membuktikan hal ini, dilakukan penelitian dengan memberikan kalori tetap pada angka 1600 kalori sehari.
Selain jumlah kalori yang tetap, responden juga tidak diizinkan mengonsumsi kalori tambahan dari produk kembang gula, minuman ringan dan makanan olahan. Hal ini dilakukan agar bisa dipastikan bahwa setiap kalori yang dikonsumsi merupakan kalori bergizi.
Hasilnya dalam lebih dari 7 tahun dipantau responden mengalami penurunan berat badan rata-rata lebih dari 20 kg. Manfaat lainnya, mereka memiliki tekanan darah, insulin dan lemak darah yang hampir stabil serta setingkat dengan orang muda.
"Diduga hasil ini didapat karena jantung menjadi fleksibel, sebab seiring pertambahan usia organ ini kerap mengalami penegangan," ungkap dr Norman Swan, dari University of Aberdeen, seperti dikutip dari ABC Australia, Selasa (18/11/2014).
Teorinya adalah bahwa sel-sel lemak dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh, yang kemudian bereaksi dengan memproduksi serupa jaringan parut, fibrosis, yang kemudian dapat memberi efek penegangan pada organ-organ seperti jantung.
(ajg/up)











































