Padahal tidak seperti itu. Menurut dokter spesialis gizi klinis dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RS Cipto Mangunkusumo, dr Nurul Ratna Manikam, SpGK, pasien dm tipe 2 boleh saja makan enak. Hanya saja, porsinya harus diperketat alias tidak boleh banyak-banyak.
"Sebenarnya sama saja. Boleh makan apa saja seperti yang lainnya asal porsinya diatur, jangan terlalu banyak," tutur dr Nurul ketika ditemui di sela-sela acara Diabetes Family Gathering di KDK FKUI Kayu Putih, Jl Pondasi, Kp Ambon, Jakarta Timur, seperti ditulis Senin (1/12/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal menurut dr Nurul sah-sah saja jika pengidap diabetes ingin makan gorengan. Hanya saja ada batas maksimalnya. Yaitu hanya dua potong gorengan dalam satu hari.
"Jadi misalnya sarapannya pakai tempe goreng, siangnya makan lele goreng, ya tidak apa-apa. Tapi sudah cukup, dua saja. Malamnya tidak boleh lagi makan gorengan," tandasnya.
Tidak terbatas pada gorengan, dikatakan dr Nurul bahwa makanan apapun bisa dimasak menjadi enak. Sayurnya misalnya, tak melulu harus sayur bening atau dilalap. Bisa juga dioseng dengan menggunakan sedikit minyak.
Makanan enak lain yang dirindukan para pengidap diabetes adalah buah-buahan manis asli Indonesia seperti durian, dukuh, pepaya dan lainnya. dr Nurul memang tidak menganjurkan untuk mengonsumsi buah-buahan ini karena memang rasanya terlalu manis. Namun jika pengidap diabetes mampu mengontrol gula darah, tak masalah mengonsumsi dukuh dan pepaya asal tak terlalu banyak.
"Durian saya rasa tidak (boleh) ya. Tapi memang kalau pingin banget ya satu aja buat menghilangkan penasaran. Sama seperti dukuh dan rambutan, empat atau lima buah saja. Dipilihnya jangan yang terlalu matang," tandasnya.
(mrs/up)











































