Wah! Studi Ungkap 'Jendela Makan' 8 Jam Bisa Bantu Turunkan Berat Badan

Wah! Studi Ungkap 'Jendela Makan' 8 Jam Bisa Bantu Turunkan Berat Badan

- detikHealth
Rabu, 03 Des 2014 12:32 WIB
Wah! Studi Ungkap Jendela Makan 8 Jam Bisa Bantu Turunkan Berat Badan
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Berbagai penelitian tentang kegemukan dan obesitas seringkali lebih banyak menyebutkan pentingnya mengurangi porsi makan. Padahal jam makan yang tepat jadwal juga berperan penting, lho.

Menurut studi terbaru yang dikutip dari jurnal Cell Metabolism, Rabu (3/12/2014), memberikan jadwal makan yang konsisten, yakni dengan jendela makan 8 jam, dapat membantu proses penurunan berat badan.

Para ahli dari Salk Institute, California, menyebutkan bahwa makan dalam jadwal yang tetap dengan jendela makan 8 jam, yakni dari pukul 9 pagi sampai pukul 5 sore, juga membantu tubuh menyesuaikan kadar pembakaran kalori. Tak cuma itu, kebiasaan ini juga mengurangi risiko seseorang makan berlebihan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peneliti dari studi ini, Prof Satchidananda Panda, menjelaskan bahwa hasil percobaannya pada dua kelompok tikus, yakni yang diberi jadwal jendela makan 8 jam dan yang tidak, memberikan perbedaan hasil yang cukup signifikan.

Tikus yang diberi jendela makan memiliki tubuh yang lebih sehat dan proporsional dibandingkan tikus yang tidak memiliki jadwal makan tetap. Padahal kedua kelompok ini diberikan kalori dalam jumlah yang sama.

"Kami berpikir bahwa jendela makan ini memungkinkan tubuh untuk memprediksi waktu makan yang teratur, sehingga membantu sistem pencernaan agara siap mengolah makanan," tutur Prof Panda.

Ia melanjutkan, berbagai organ dalam sistem metabolisme seperti jantung, otot dan usus akan lebih aktif pada jam-jam tertentu. Jadwalnya bersifat sangat individual, sehingga tidak selalu sama pada masing-masing orang tergantung kebiasaannya.

Jadwal-jadwal dan jam biologis tersebut menentukan proses metabolisme, termasuk penguraian kolesterol hingga pemecahan glukosa. Jadwal makan yang random membuat organ-organ itu bekerja pada jadwal yang juga acak, sehingga proses metabolisme tidak optimal.

Dampak yang bisa diamati adalah peningkatan berat badan, yang terjadi ketika seseorang makan pada jam-jam yang tidak teratur. Meski porsi dan jenis makannya sama, berat badan cenderung akan lebih stabil jika jadwal makannya setiap hari tidak berubah-ubah.

(ajg/vit)

Berita Terkait