Ilmuwan Ciptakan Bubuk yang Bikin Orang Cepat Kenyang

Ilmuwan Ciptakan Bubuk yang Bikin Orang Cepat Kenyang

- detikHealth
Jumat, 12 Des 2014 08:03 WIB
Ilmuwan Ciptakan Bubuk yang Bikin Orang Cepat Kenyang
London - Konon orang-orang yang kelebihan berat badan sulit merasakan kenyang, sehingga mereka cenderung makan dalam porsi berlebihan. Namun hal ini justru menginspirasi para ilmuwan dari Inggris untuk menciptakan suplemen yang membuat seseorang cepat kenyang.

Suplemen yang diberi nama 'inulin-propionate ester' (IPE) ini berbentuk bubuk yang dapat dimakan. Kelebihan IPE terletak pada kandungannya, yaitu propionate. Propionate merupakan senyawa alami yang dapat memicu pelepasan hormon-hormon yang mengatur selera makan, termasuk menimbulkan rasa kenyang ketika serat dari makanan dicerna di dalam usus.

Peneliti mengaku tantangan dari riset ini adalah ketika mereka harus menemukan cara untuk memasukkan propionate ke dalam usus besar. Mereka tak bisa mencampurkannya begitu saja ke dalam makanan karena usus akan menyerap senyawa tersebut terlalu dini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi kemudian mereka menemukan cara lain, yaitu mengikatkan propionate ke sebuah karbohidrat alami yang ditemukan pada tanaman, bernama inulin. Bila sudah terikat, proprionate akan mencapai sistem pencernaan dengan aman. Nantinya si inulin akan lepas sendiri dengan bantuan bakteri dalam usus besar.

Propionate yang diikatkan ke inulin inilah cikal-bakal dari IPE. Namun untuk mengetahui sejauh mana efektivitas suplemen ini, peneliti harus melakukan ujicoba.

Di ujicoba pertama, mereka melibatkan 20 partisipan yang memiliki kelebihan berat badan. Secara acak, partisipan diberi inulin saja atau suplemen IPE, kemudian mereka diijinkan untuk makan sebanyak mungkin dari buffet. Ternyata mereka yang diberi IPE dilaporkan mengonsumsi makanan 14 persen lebih sedikit daripada yang diberi inulin.

Di ujicoba kedua, 49 partisipan yang mengalami kelebihan berat badan juga diberi IPE atau inulin dalam bentuk bubuk secara acak. Setelah 24 minggu, enam dari 24 partisipan yang diberi inulin mengalami penambahan berat badan hingga tiga persen lebih, sedangkan pada partisipan yang diberi IPE, hanya satu orang yang bobotnya bertambah.

"Terbukti suplemen ini membantu mengurangi porsi makan serta memperlambat kenaikan berat badan," tandas ketua tim peneliti, Prof Gary Frost dari Imperial College London seperti dikutip dari BBC, Jumat (12/12/2014).

Namun Prof Frost memastikan efek dari suplemen ini baru akan terasa bila dikonsumsi secara teratur.

Sayang suplemen ini belum siap dilempar ke pasaran. Sebab tim peneliti dari Imperial College London dan University of Glasgow tersebut tengah mencoba mencari cara agar IPE dapat dicampurkan ke makanan seperti roti atau smoothie sehingga lebih mudah dikonsumsi.

(iva/up)

Berita Terkait