Motif Diet Terunik: Mau Jadi Anggota TNI sampai Ingin Seperti Dian Sastro

Berita Pilihan 2014

Motif Diet Terunik: Mau Jadi Anggota TNI sampai Ingin Seperti Dian Sastro

- detikHealth
Jumat, 12 Des 2014 14:54 WIB
Motif Diet Terunik: Mau Jadi Anggota TNI sampai Ingin Seperti Dian Sastro
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Berbagai kiriman kisah diet yang unik dan inspiratif telah dikirimkan oleh para pembaca dan dimuat dalam 'Diet Experience'. Dari kisah-kisah yang diterima redaksi detikHealth, tak sedikit yang memiliki motif diet unik.

Ya, faktor motif diet tentu menjadi pemicu bagi seseorang untuk mau konsisten menjalani gaya hidup sehat dan berbonus tubuh langsing. Motif-motif unik ini mulai dari ingin tampil sempurna dengan kebaya impian saat wisuda sampai ingin memiliki pasangan kekasih.

Berikut ini berbagai motif diet unik sepanjang tahun 2014, seperti dirangkum detikHealth pada Jumat (12/12/2014):

1. 'Ditolak' saat melamar kerja

Imas (Foto: Dok detikHealth)
Dalam kisah diet yang dimuat Diet Experience pada bulan Oktober 2014 silam, Imas Yunita (23) menceritakan bahwa dirinya selalu 'ditolak' oleh perusahaan saat melamar pekerjaan karena dianggap terlalu gemuk.

Ya, dengan tinggi badan 166 cm dan berat badan 76 kg, lamaran kerjanya selalu ditolak mentah-mentah. Namun tak lantas menyerah, ia justru semakin bertekad menerapkan pola hidup sehat dan membentuk tubuh lebih proporsional.

Sukses! Dalam waktu 8 bulan saja, berat badan wanita asal Magelang, Jawa Tengah, ini pun turun dari semula 76 kg menjadi 62 kg dengan rajin fitnes dan diet sehat. Imas tetap makan 3 kali sehari, namun dengan porsi nasi yang dikurangi dari biasanya. Ia juga mengurangi asupan makanan berlemak dan santan, banyak minum air putih serta sayur dan buah.

2. Bisa berkebaya saat wisuda

Siti (Foto: Dok detikHealth)
Menghadiri wisuda adalah sebuah kebanggaan, tak heran jika kebanyakan orang selalu ingin tampil sempurna di acara tersebut. Ini pula yang dirasakan oleh Siti Umi Khasanah.

Wanita asal Sidoarjo, Jawa Timur ini semula berbobot 62 kg. Setelah lulus skripsi, ia berpikir untuk menurunkan berat badan. Selain merasa kurang sehat dengan bobot seberat itu, ia juga memikirkan nasib penampilannya kalau sampai tidak bisa pakai kebaya.

Siti menjalani program diet dengan menghindari makanan junk food, mi instan, serta minuman es dan bersoda. Sebagai gantinya, ia memilih camilan berupa singkong rebus. Sedangkan es dan bersoda ia ganti dengan air putih dan perasan jeruk nipis hangat.

Tak sia-sia, saat mencoba baju kebaya untuk wisuda, baju tersebut sangat pas. Siti pun bisa lebih percaya diri saat wisuda.

3. Jadi anggota TNI

Dheny, Iqbal dan Joko (Foto: Dok detikHealth)
Menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) tentu akan menjadi kebanggaan, baik bagi diri sendiri maupun keluarga dan kerabat. Tak heran, demi memenuhi syarat untuk menjadi anggota TNI, beberapa pembaca detikHealth pun rela mengubah pola hidupnya menjadi lebih sehat meskipun dirasa sulit.

Salah satunya adalah Joko Prayitno (25). Dengan tinggi badan 168 cm dan berat badan 108 kg, ia sempat pesimistis bisa diterima menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Oleh sebab itu, ia pun mengatur rencana diet dan olahraga. Hebatnya, dengan tekad tersebut ia berhasil turun bobot 65 kg dan diterima menjadi anggota TNI di salah satu satuan bilangan Jakarta.

Motif diet demi menjadi anggota TNI juga dialami oleh Iqbal Tawakal (20). Ingin menjadi anggota TNI Angkatan Laut, Iqbal berkomitmen memperbaiki pola makan dan rajin latihan fisik, bobotnya pun turun 11 kg.

Begitu pula yang dirasakan oleh Dheny Cipta Firnanda (17). Ia berhasil menurunkan berat badannya dari 85 kg menjadi 65 kg demi menjadi anggota TNI. Pasca sukses menurunkan berat badan, Dheny melakukan check up dengan dokter dari Polda Jakarta Timur, dan disebutkan proporsi tubuhnya sudah ideal untuk mendaftar menjadi taruna TNI Angkatan Udara.

4. Demi kekasih idaman

Hendrik dan Rayzal (Foto: Dok detikHealth)
Salah satu motif yang paling sering menginspirasi para pembaca detikHealth untuk berdiet sepanjang tahun 2014 adalah mendapatkan kekasih idaman. Tubuh yang lebih proporsional dan sehat dianggap bisa 'menarik' para idaman hati.

Seperti yang dialami oleh Mohamad Rayzal Kuswandi (18). Jatuh cinta, ia pun kemudian berusaha untuk bisa mengubah pola hidupnya dan menurunkan berat badan. Alhasil, berat badan remaja kelahiran 10 Desember 1995 ini yang semula 83 kg berhasil turun menjadi 56 kg dalam waktu 3 bulan saja.

Selain Rayzal, jatuh cinta juga memotivasi Hendrik Ferdiansyah (21) untuk mengubah pola makannya. Tubuh lebih ideal dijadikan syarat agar bisa diterima wanita idamannya, ia pun berusaha keras untuk berdiet. Hebatnya, usaha Hendrik tersebut berhasil membuat bobotnya turun dari 120 kg menjadi 92 kg.

5. Tampil 'kece' di depan pelanggan toko

Oky (Foto: Dok detikHealth)
Membuka usaha distro membuat Oky Arifian (23) jarang bergerak dan malah banyak makan. Tak heran bobotnya terus-menerus naik hingga mencapai 73 kg. Khawatir tubuh gemuknya justru membuat pelanggan ogah berbelanja di tokonya, Oky pun mulai berdiet.

"Setelah saya mempunyai outlet sendiri, saya lalu berpikir kalau saya masih gendut, nanti saat customer lihat ownernya tidak kece, mana ada yang berminat untuk membeli baju di toko saya saat saya melayani mereka," ujarnya kepada detikHealth.

Ia memilih menjalani diet OCD dan hasilnya bobot Oky turun 7 kg selama 2 bulan. Meskipiun sudah turun, ia tetap menjalankan diet OCD untuk menjaga kondisi tubuhnya tetap sehat dan seimbang.

6. Termotivasi oleh Dian Sastro

Novita (Foto: Dok detikHealth)
Seperti ibu-ibu lainnya, Novita Budi Handayani (31) juga mengalami peningkatan berat badan pasca memiliki anak. Namun uniknya, ia mengaku termotivasi oleh artis Dian Sastrowardoyo untuk bisa kembali langsing pasca melahirkan. Kok bisa?

"Awalnya saya sangat cuek dengan bentuk badan saya yang melebar karena suami pun tak pernah komplain. Sampai pada akhirnya saya bertemu dengan keluarga saya, yang kemudian bilang kalau saya sekrang sangat gemuk. Mendapatkan kritikan itu saya pun mulai memerhatikan bentuk badan saya. Saya bahkan jadi sering melihat gambar Dian Sastro agar termotivasi menurunkan berat badan," tuturnya.

Sejak saat itu, Novita pun memilih menerapkan diet OCD. Ia mencoba jendela makan 6 jam selama 2 hari, dari mulai bangun tidur ia hanya minum air putih sampai jam 1 siang. Lewat dari jam 1 siang sampai jam 7 malam ia mulai makan nasi, sayur beserta lauk pauk. Selain diet OCD, Novita juga olahraga yaitu yoga seminggu sekali dan lari seminggu tiga kali di sekitar kompleks pada sore hari.

Akhirnya dalam waktu dua bulan berat badan Novita pun berhasil turun 13 kg, dari semula 75 kg menjadi 62 kg.
Halaman 2 dari 7
Dalam kisah diet yang dimuat Diet Experience pada bulan Oktober 2014 silam, Imas Yunita (23) menceritakan bahwa dirinya selalu 'ditolak' oleh perusahaan saat melamar pekerjaan karena dianggap terlalu gemuk.

Ya, dengan tinggi badan 166 cm dan berat badan 76 kg, lamaran kerjanya selalu ditolak mentah-mentah. Namun tak lantas menyerah, ia justru semakin bertekad menerapkan pola hidup sehat dan membentuk tubuh lebih proporsional.

Sukses! Dalam waktu 8 bulan saja, berat badan wanita asal Magelang, Jawa Tengah, ini pun turun dari semula 76 kg menjadi 62 kg dengan rajin fitnes dan diet sehat. Imas tetap makan 3 kali sehari, namun dengan porsi nasi yang dikurangi dari biasanya. Ia juga mengurangi asupan makanan berlemak dan santan, banyak minum air putih serta sayur dan buah.

Menghadiri wisuda adalah sebuah kebanggaan, tak heran jika kebanyakan orang selalu ingin tampil sempurna di acara tersebut. Ini pula yang dirasakan oleh Siti Umi Khasanah.

Wanita asal Sidoarjo, Jawa Timur ini semula berbobot 62 kg. Setelah lulus skripsi, ia berpikir untuk menurunkan berat badan. Selain merasa kurang sehat dengan bobot seberat itu, ia juga memikirkan nasib penampilannya kalau sampai tidak bisa pakai kebaya.

Siti menjalani program diet dengan menghindari makanan junk food, mi instan, serta minuman es dan bersoda. Sebagai gantinya, ia memilih camilan berupa singkong rebus. Sedangkan es dan bersoda ia ganti dengan air putih dan perasan jeruk nipis hangat.

Tak sia-sia, saat mencoba baju kebaya untuk wisuda, baju tersebut sangat pas. Siti pun bisa lebih percaya diri saat wisuda.

Menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) tentu akan menjadi kebanggaan, baik bagi diri sendiri maupun keluarga dan kerabat. Tak heran, demi memenuhi syarat untuk menjadi anggota TNI, beberapa pembaca detikHealth pun rela mengubah pola hidupnya menjadi lebih sehat meskipun dirasa sulit.

Salah satunya adalah Joko Prayitno (25). Dengan tinggi badan 168 cm dan berat badan 108 kg, ia sempat pesimistis bisa diterima menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Oleh sebab itu, ia pun mengatur rencana diet dan olahraga. Hebatnya, dengan tekad tersebut ia berhasil turun bobot 65 kg dan diterima menjadi anggota TNI di salah satu satuan bilangan Jakarta.

Motif diet demi menjadi anggota TNI juga dialami oleh Iqbal Tawakal (20). Ingin menjadi anggota TNI Angkatan Laut, Iqbal berkomitmen memperbaiki pola makan dan rajin latihan fisik, bobotnya pun turun 11 kg.

Begitu pula yang dirasakan oleh Dheny Cipta Firnanda (17). Ia berhasil menurunkan berat badannya dari 85 kg menjadi 65 kg demi menjadi anggota TNI. Pasca sukses menurunkan berat badan, Dheny melakukan check up dengan dokter dari Polda Jakarta Timur, dan disebutkan proporsi tubuhnya sudah ideal untuk mendaftar menjadi taruna TNI Angkatan Udara.

Salah satu motif yang paling sering menginspirasi para pembaca detikHealth untuk berdiet sepanjang tahun 2014 adalah mendapatkan kekasih idaman. Tubuh yang lebih proporsional dan sehat dianggap bisa 'menarik' para idaman hati.

Seperti yang dialami oleh Mohamad Rayzal Kuswandi (18). Jatuh cinta, ia pun kemudian berusaha untuk bisa mengubah pola hidupnya dan menurunkan berat badan. Alhasil, berat badan remaja kelahiran 10 Desember 1995 ini yang semula 83 kg berhasil turun menjadi 56 kg dalam waktu 3 bulan saja.

Selain Rayzal, jatuh cinta juga memotivasi Hendrik Ferdiansyah (21) untuk mengubah pola makannya. Tubuh lebih ideal dijadikan syarat agar bisa diterima wanita idamannya, ia pun berusaha keras untuk berdiet. Hebatnya, usaha Hendrik tersebut berhasil membuat bobotnya turun dari 120 kg menjadi 92 kg.

Membuka usaha distro membuat Oky Arifian (23) jarang bergerak dan malah banyak makan. Tak heran bobotnya terus-menerus naik hingga mencapai 73 kg. Khawatir tubuh gemuknya justru membuat pelanggan ogah berbelanja di tokonya, Oky pun mulai berdiet.

"Setelah saya mempunyai outlet sendiri, saya lalu berpikir kalau saya masih gendut, nanti saat customer lihat ownernya tidak kece, mana ada yang berminat untuk membeli baju di toko saya saat saya melayani mereka," ujarnya kepada detikHealth.

Ia memilih menjalani diet OCD dan hasilnya bobot Oky turun 7 kg selama 2 bulan. Meskipiun sudah turun, ia tetap menjalankan diet OCD untuk menjaga kondisi tubuhnya tetap sehat dan seimbang.

Seperti ibu-ibu lainnya, Novita Budi Handayani (31) juga mengalami peningkatan berat badan pasca memiliki anak. Namun uniknya, ia mengaku termotivasi oleh artis Dian Sastrowardoyo untuk bisa kembali langsing pasca melahirkan. Kok bisa?

"Awalnya saya sangat cuek dengan bentuk badan saya yang melebar karena suami pun tak pernah komplain. Sampai pada akhirnya saya bertemu dengan keluarga saya, yang kemudian bilang kalau saya sekrang sangat gemuk. Mendapatkan kritikan itu saya pun mulai memerhatikan bentuk badan saya. Saya bahkan jadi sering melihat gambar Dian Sastro agar termotivasi menurunkan berat badan," tuturnya.

Sejak saat itu, Novita pun memilih menerapkan diet OCD. Ia mencoba jendela makan 6 jam selama 2 hari, dari mulai bangun tidur ia hanya minum air putih sampai jam 1 siang. Lewat dari jam 1 siang sampai jam 7 malam ia mulai makan nasi, sayur beserta lauk pauk. Selain diet OCD, Novita juga olahraga yaitu yoga seminggu sekali dan lari seminggu tiga kali di sekitar kompleks pada sore hari.

Akhirnya dalam waktu dua bulan berat badan Novita pun berhasil turun 13 kg, dari semula 75 kg menjadi 62 kg.

(ajg/vit)

Berita Terkait