"Saat itu saya sedang benar-benar depresi, saya merasa seperti akan meninggal," ujar Alana, seperti dikutip dari berbagai sumber pada Kamis (15/1/2015).
Ia merasa kondisinya tersebut terjadi karena memang gaya hidupnya tak sehat. Sebagai pemilik bar, Alana sering minum minuman beralkohol dan makan junk food. Namun karena ingin berubah menjadi orang yang lebih sehat, saat itu ia memutuskan untuk konsultasi ke dokter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia kemudian meminta dokter untuk melakukan operasi bypass lambung, namun ditolak karena dianggap terlalu berbahaya karena saat itu tindakan operasi tersebut belum terlalu populer.
Keluar dari ruangan dokter, Alana ke toilet dan mengunci pintu. Namun tiba-tiba ia terpeleset dan jatuh. Saking gemuknya, ia tidak bisa bangun sendiri dan malah menutup jalan keluar sehingga orang lain tak bisa masuk untuk menolongnya.
Alana berusaha keras untuk bangun, namun tetap tak bisa. Setengah jam usahanya untuk bangun tetap tak berhasil dan kemudian staf di klinik memanggil petugas pemadam kebakaran. Sekitar lima orang petugas mendobrak masuk dan berhasil mengeluarkan Alana keluar.
Setelah kejadian itu, dokter kemudian baru setuju untuk melaksanakan operasi tersebut pada Alana. Pasca operasi, melakukan diet ketat sesuai anjuran dokter kini Alana sudah berhasil menurunkan berat badannya sebanyak hampir 127 kg.
"Sudah berhasil turun sebagian, saya benar-benar bersyukur. Tapi saya akan tetap berusaha untuk menurunkan berat badan lagi sampai menjadi lebih ideal," tuturnya.
(ajg/vit)










































