Seperti pengakuan Eva Rut Gunnlaugsdottir, dari Reykjavik, Islandia. Ia berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 49 kg dengan mendokumentasikan foto selfienya sejak memulai program penurunan berat badan.
"Saya memposting foto saya pertama kali saat masih gemuk dan itu sangat memalukan. Saya benar-benar merasa buruk dan itu justru membantu saya untuk tetap semangat berdiet," kata Eva kepada Central European News, dan dikutip pada Jumat (23/1/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Eva, dia sudah mengalami kelebihan berat badan sejak usia 18 tahun. Tujuh tahun lalu, saat ia memiliki anak, Eva makin sulit mengontrol nafsu makan,. Alhasil, bobot Eva pun membengkak. Bahkan, Eva berpikir bahwa makanan sudah membuatnya ketagihan.
"Setiap pergi dengan anak saya, makanan tidak pernah absen kami beli. Tubuh saya yang gemuk juga membuat saya sulit bermain dengan anak saya," ucap wanita 35 tahun ini. Ketika diet berlangsung, tak jarang Eva tiba-tiba ingin ngemil cokelat.
Jika seperti itu, ia akan menuruti kemauannya tapi hanya sedikit cokelat yang dimakan. Sebab, setelah itu ia akan melihat lagi perubahan dirinya terutama di awal melakukan diet supaya ingat lagi akan tujuannya menurunkan berat badan.
"Pastinya pengaturan pola makan dan lebih aktif bergerak harus terus dilakukan. Namun, dengan foto selfie yang saya unggah, itu membuat saya tetap semangat apalagi mengingat foto tubuh saya yang tambun, itu akan membuat tekad Anda untuk berdiet makin besar, percayalah," papar Eva.
(rdn/rdn)










































