Menurut pakar fitness Tina Haupert, ada beberapa faktor lain yang dapat menghambat usaha penurunan berat badan Anda melalui rutin berlari. Kebanyakan bahkan tak sadar telah melakukan kesalahan-kesalahan tersebut.
"Pertama adalah makan lebih banyak kalori daripada yang dibakar saat berlari. Anda mungkin berpikir tidak masalah makan lebih banyak pasca berlari," ujar Haupert.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah berlari bisa jadi Anda lebih lapar dan tanpa sadar makan lebih banyak. Untuk mengatasinya, coba atur jadwal makan menjadi 5-6 kali sehari, yakni 3 kali makan besar dan sisanya camilan," ungkap Luff, seperti dikutip dari berbagai sumber, Jumat (23/1/2015).
Kedua, Anda melakukan latihan yang sama setiap hari dan tidak menambah porsi latihan. Otot-otot tubuh terus beradaptasi dengan ritme latihan, sehingga jika diberikan porsi dan rute yang sama berulang-ulang, perubahan yang didapat mungkin tidak akan terlalu signifikan.
"Kemudian yang ketiga, orang-orang biasanya terlalu fokus pada angka di timbangan. Cobalah untuk tidak fokus pada angka di timbangan. Berlari membantu melatih otot di kaki, mengencangkan tubuh bagian bawah, serta membakar lemak. Oleh sebab itu, angka di timbangan sebenarnya bukan cerminan kehilangan lemak secara keseluruhan," imbuh Fautner.
(ajg/rdn)











































