Peneliti dari Korea mencoba mencari tahu penyebab dari terjadinya hal ini. Ya, peneliti dari Semyung University, Korea Selatan, merekrut 48 responden mahasiswa. 24 di antaranya adalah pria, dan 24 orang sisanya adalah wanita.
Untuk menganalisis pola mengunyah masing-masing individu, mereka memasangkan elektroda ke rahang para responden dan masing-masing diberikan 152 gram nasi putih, seperti dikutip dari jurnal Physiology and Behaviour, Jumat (13/2/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Kunyah Bawang Putih Usai Makan Gorengan Bisa Kurangi Lemak?
Hasilnya, ditemukan adanya perbedaan yang besar antara pria dan wanita pada setiap parameter. Pria menggigit makanan dalam jumlah yang lebih besar dan dengan kekuatan mengunyah yang juga lebih besar. Hal ini kemungkinan besar karena secara anatomi bentuk rahang pria dan wanita juga berbeda. Ini berarti secara alamiah pria memang mengonsumsi makanan mereka lebih cepat daripada wanita.
Nah, meskipun wanita ditemukan memiliki kecepatan mengunyah hampir sama seperti pria, namun ukuran rahang wanita lebih kecil sehingga membutuhkan lebih banyak suapan. Inilah yang kemudian memperlambat total waktu yang dibutuhkan wanita untuk makan.
Sementara itu, profesor psikologi Lancaster University, Prof Cary Cooper, mengatakan perbedaan dalam waktu makan dan mengunyah tak hanya dipengaruhi oleh jenis kelamin. Tetapi juga kepribadian masing-masing orang.
"Ada karakter yang biasa bergerak cepat, tidak sabar dan ambisius, mereka cenderung makan dengan cepat. Sementara ada juga karakter yang umumnya lebih santai, sehingga makannya pun lebih lambat," papar Prof Cooper.
Baca juga: Kurangi Beban Kerja Sistem Pencernaan dengan Tips Berikut, Yuk!
(ajg/vit)











































