Diet ini sendiri merupakan sebuah istilah yang diambil dari kebiasaan cara makan orang-orang dari negara-negara di sekitar laut Mediterania. Pola makan ini meliputi bahan seperti biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan, rempah-rempah, minyak zaitun, sayuran, kentang, pasta dan nasi.
Dalam diet Mediterania juga lebih banyak dikonsumsi buah-buahan segar, sayuran dan biji-bijian, termasuk kacang-kacangan seperti kedelai atau jenis kacang lainnya. Yang pasti, sumber lemak jenuh tunggal dalam pola makan ini adalah minyak zaitun. Minum air putih yang cukup juga penting dilakukan dalam diet ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Cegah osteoporosis
|
|
Berdasarkan sebuah penelitian, gaya diet Mediterania dengan minyak zaitun yang diterapkan selama 2 tahun, diketahui dapat meningkatkan konsentrasi serum osteocalin yang dapat melindungi tulang seseorang agar terhindar dari osteoporosis.
"Ini adalah studi pertama yang menunjukkan bahwa minyak zaitun dapat mempertahankan kekuatan tulang," kata Dr. Jose Manuel Fernandez-Real, pemimpin penelitian tersebut. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism (JCEM).
2. Menunda pikun
|
|
Hasilnya, tujuh persen partisipan dilaporkan mengalami gangguan kemampuan berpikir dan daya ingat selama berlangsungnya studi. Tapi partisipan sehat dan mempunyai pola makan yang mendekati diet Mediterania mengalami pengurangan risiko penurunan kemampuan kognitif sebesar 19 persen.
"Karena tak ada metode pengobatan definitif bagi kondisi serius ini, maka faktor yang dapat dimodifikasi dan menunda munculnya gejala-gejala demensia atau kepikunan seperti pola makan ini menjadi sangat penting," tandas ketua tim peneliti, Dr. Georgios Tsivgoulis dari University of Alabama, Birmingham, Inggris dan University of Athens, Yunani, seperti dikutip dari jurnal Neurology.
3. Pangkas risiko penyakit ginjal
|
|
"Banyak penelitian telah menemukan hubungan yang menguntungkan antara diet Mediterania dan kesehatan. Sementara itu, semakin banyak juga bukti bahwa pola makan yang buruk berhubungan dengan penyakit ginjal," ungkap peneliti Columbia University Medical Center, Dr Minesh Khatri, seperti dikutip dari jurnal CJASN.
4. Turunkan risiko stroke
|
|
Meskipun demikian, studi ini masih terbatas dan belum bisa membuktikan hubungan sebab-akibat, "Tapi secara keseluruhan, ada bukti yang kuat bahwa berdasarkan studi ini diet Mediterania secara signifikan mengurangi risiko stroke," ungkap Dr Paul Wright, ketua neurologi di North Shore University Hospital, New York.
5. Bantu atasi impotensi
|
|
"Terutama pembuluh darah yang sempit seperti yang ada di penis di mana pembuluh tersebut berperan penting untuk performa pria ketika bercinta," tutur Angelis yang juga ahli disfungsi ereksi di Hippokration Hospital, Athena.
Dengan pola makan ala Mediterania diimbangi rutin olahraga serta manajemen stres yang baik, diharapkan pria tak perlu lagi bergantung pada viagra.
Nah, untuk diet mediterania Angelis merekomendasikan pria untuk lebih banyak mengonsumsi sereal, buah, dan sayuran. Konsumsi juga salad, kacang-kacangan, minyak zaitun, ikan dan unggas. Ditambahkan Angelis, daging merah cukup satu kali seminggu.
Halaman 2 dari 6










































