Sari Kedelai dan Susu Sapi, Mana yang Lebih Menyehatkan Tubuh?

ADVERTISEMENT

Sari Kedelai dan Susu Sapi, Mana yang Lebih Menyehatkan Tubuh?

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Selasa, 17 Mar 2015 07:35 WIB
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Susu murni atau susu sapi kerap dijadikan asupan pelengkap nutrisi sehari-hari. Namun sari kedelai atau yang lebih dikenal dengan sebutan susu kacang pun tak kalah populernya. Sama-sama banyak disukai berbagai kalangan, mana yang lebih sehat?

Menurut ahli gizi Jansen Ongko, MSc, RD, sari kedelai sebenarnya bukan susu. Minuman ini memiliki tekstur dan warna yang mirip dengan susu sapi saja sehingga kerap disebut 'susu'. Padahal dari segi kandungan cukup berbeda.

"Kandungannya lain, hanya karbohidrat saja. Kalau susu sapi ada lemaknya, ada proteinnya, sementara soy milk itu dominan di karbohidrat. Jika dilihat dari kandungan gizinya, sama sehatnya. Tinggal dikombinasikan dengan nutrisi lainnya," papar Jansen.

Dikutip dari ABC Australia, Selasa (17/3/2015), ahli gizi Curtin University, Australia, Denise Griffiths mengungkapkan bahwa meskipun kedelai kerap dianggap lebih sehat, namun tidak otomatis menjadikan bahan ini sebagai pilihan yang lebih baik daripada susu dalam setiap kasus.

Baca juga: Tahukah Anda? Ini Dampak Diet Vegetarian Bagi Sperma

"Jika Anda terbiasa mengonsumsi susu penuh lemak atau full-fat, maka kedelai bisa menjadi alternatif yang lebih baik. Tapi jika produk olahan susu yang Anda konsumsi cukup baik, misalnya low-fat atau rendah lemak, maka tidak perlu diganti dengan sari kedelai," terang Griffiths.

Alasan seseorang dianjurkan untuk minum susu sapi adalah karena produk tersebut merupakan salah satu makanan yang paling lengkap nutrisinya. Kalsium dalam susu sapi mudah diserap oleh tubuh, terutama jika dibandingkan dengan asupan kaya kalsium lain seperti brokoli.

Sementara itu, sari kedelai merupakan sumber yang baik dari zat besi, serat (yang tidak bisa Anda dapatkan dalam susu) dan vitamin lainnya. Olahan kedelai ini juga mengandung antioksidan yang dikenal sebagai isoflavon atau fitoestrogen. Fitoestrogen adalah senyawa yang ditemukan dalam makanan nabati seperti kacang-kacangan, biji rami dan makanan berbasis kedelai.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan yang mengandung fitoestrogen bermanfaat bagi kesehatan, salah satunya mengurangi risiko kanker hormonal tertentu (payudara dan prostat). Dan yang pasti, sari kedelai mengandung lebih rendah lemak jenuh dibandingkan susu sapi. Oleh sebab itu, Griffiths menyarankan Anda untuk mengonsumsi keduanya secara bergantian untuk mendapatkan masing-masing manfaatnya.

Baca juga: Kedelai Sampai Jepit Jemuran, Barang Rumahan untuk Latih Motorik Halus Anak (Ajeng Anastasia Kinanti/AN Uyung Pramudiarja)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT