Jakarta -
Munculnya keinginan ngemil karena tidak pernah merasa kenyang pasti menjengkelkan. Padahal, baru saja beberapa jam lalu makan, tapi mulut rasanya masih ingin mengunyah sesuatu. Jika hal ini terjadi sebenarnya apakah penyebabnya?
Nah, dirangkum detikHealth dari berbagai sumber pada Selasa (12/5/2015) berikut ini beberapa hal yang bisa membuat seseorang terus merasa lapar atau ingin rasanya mulut tak berhenti mengunyah:
1. Anda bingung antara lapar dan rasa ingin makan
ilustrasi (foto: Thinkstock)
|
Senior science advisor di Elements Behavioral Health, Pamela Peeke, MD, MPH, mengatakan rasa lapar muncul sebagai dorongan biologis agar tubuh mendapat asupan makanan. Gejala fisik yang muncul di antaranya sakit kepala, tubuh limbung, serta kontraksi usus yang menyebabkan suara gemericik di perut.
"Sedangkan keinginan untuk makan adalah dorongan psikologis di mana Anda ingin makan sesuatu tanpa didasari kebutuhan karena lapar. Minum air putih ketika ingin makan sesuatu, bisa jadi salah satu cara membedakan apakah Anda benar lapar atau hanya sekadar ingin makan," terang Peeke.
2. Metabolisme tubuh Anda cepat
ilustrasi (foto: Thinkstock)
|
Karena faktor genetik, beberapa orang memiliki sistem metabolisme yang cepat dalam tubuhnya. Otomatis, semakin cepat metabolisme maka semakin banyak pula energi yang dibutuhkan tubuh.
Studi dari University of Vermont menemukan sekitar 32% dari rata-rata populasi memiliki metabolisme yang lebih cepat 8%. Lawrence Cheskin, MD, direktur Johns Hopkins Weight Management Center mengatakan orang dengan metabolisme tubuh lebih cepat membakar 100-400 kalori ekstra per hari.
3. Gangguan hormonal
ilustrasi (foto: Thinkstock)
|
Perubahan hormonal misalnya saat wanita akan haid bisa saja membuat nafsu makan melonjak. Selain itu, gangguan hormonal lain juga dapat membuat Anda sulit merasa kenyang lho. Kelenjar tiroid yang terlalu aktif adalah penyebab umum hormon rasa lapar terus aktif, demikian dikatakan Peeke.
Ketika kadar hormon tiroid terlalu tinggi, fungsi vital tubuh menjadi lebih cepat dan energi yang dibakar pun lebih besar. Selain itu, hipoglikemia, pre-diabetes, dan diabetes juga bisa ditandai dengan melonjaknya rasa lapar dari biasanya.
4. Mengonsumsi makanan tinggi indeks glikemik
ilustrasi (foto: Thinkstock)
|
Makanan olahan tinggi indeks glikemik seperti roti tawar, kue, permen, cokelat, bahkan salad dengan dressing tertentu bisa menyebabkan lonjakan gula darah dalam waktu singkat. Namun, energi yang dihasilkan justru cepat menurun hingga salah satu efeknya Anda pun cepat lapar kembali.
Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Obesity menunjukkan makanan tinggi lemak dan gula bisa mengganggu bahan kimia dalam tubuh yang mengatur suasana hari. Akibatnya, bisa timbul gejala depresi bahkan makan berlebih.
"Gula rafinasi memiliki efek yang kuat terhadap pusat reward pada otak. Itu alasan umum kenapa orang merasa terus lapar. Jangan lupa batasi konsumsi makanan kemasan dan cukupi kebutuhan protein agar Anda lebih lama kenyang," tutur Peeke.
Senior science advisor di Elements Behavioral Health, Pamela Peeke, MD, MPH, mengatakan rasa lapar muncul sebagai dorongan biologis agar tubuh mendapat asupan makanan. Gejala fisik yang muncul di antaranya sakit kepala, tubuh limbung, serta kontraksi usus yang menyebabkan suara gemericik di perut.
"Sedangkan keinginan untuk makan adalah dorongan psikologis di mana Anda ingin makan sesuatu tanpa didasari kebutuhan karena lapar. Minum air putih ketika ingin makan sesuatu, bisa jadi salah satu cara membedakan apakah Anda benar lapar atau hanya sekadar ingin makan," terang Peeke.
Karena faktor genetik, beberapa orang memiliki sistem metabolisme yang cepat dalam tubuhnya. Otomatis, semakin cepat metabolisme maka semakin banyak pula energi yang dibutuhkan tubuh.
Studi dari University of Vermont menemukan sekitar 32% dari rata-rata populasi memiliki metabolisme yang lebih cepat 8%. Lawrence Cheskin, MD, direktur Johns Hopkins Weight Management Center mengatakan orang dengan metabolisme tubuh lebih cepat membakar 100-400 kalori ekstra per hari.
Perubahan hormonal misalnya saat wanita akan haid bisa saja membuat nafsu makan melonjak. Selain itu, gangguan hormonal lain juga dapat membuat Anda sulit merasa kenyang lho. Kelenjar tiroid yang terlalu aktif adalah penyebab umum hormon rasa lapar terus aktif, demikian dikatakan Peeke.
Ketika kadar hormon tiroid terlalu tinggi, fungsi vital tubuh menjadi lebih cepat dan energi yang dibakar pun lebih besar. Selain itu, hipoglikemia, pre-diabetes, dan diabetes juga bisa ditandai dengan melonjaknya rasa lapar dari biasanya.
Makanan olahan tinggi indeks glikemik seperti roti tawar, kue, permen, cokelat, bahkan salad dengan dressing tertentu bisa menyebabkan lonjakan gula darah dalam waktu singkat. Namun, energi yang dihasilkan justru cepat menurun hingga salah satu efeknya Anda pun cepat lapar kembali.
Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Obesity menunjukkan makanan tinggi lemak dan gula bisa mengganggu bahan kimia dalam tubuh yang mengatur suasana hari. Akibatnya, bisa timbul gejala depresi bahkan makan berlebih.
"Gula rafinasi memiliki efek yang kuat terhadap pusat reward pada otak. Itu alasan umum kenapa orang merasa terus lapar. Jangan lupa batasi konsumsi makanan kemasan dan cukupi kebutuhan protein agar Anda lebih lama kenyang," tutur Peeke.
(rdn/up)