Dikutip dari studi dalam Annals of Internal Medicine, Sabtu (16/5/2015), waktu tidur diketahui turut memengaruhi pengaturan berat badan. Orang yang memiliki sedikit waktu tidur berkualitas dapat 'merusak' program diet.
Jika seseorang dalam sehari hanya tidur kurang dari 6 jam lamanya, maka tubuh akan lebih banyak memproduksi ghrelin atau hormon yang merangsang nafsu makan. Akibatnya, dalam jeda waktu yang singkat perut bisa merasa lapar terus-menerus.
Selain itu, studi lain yang diterbitkan dalam jurnal Metabolism juga menyebutkan bahwa perempuan normal membakar sekitar 512 kalori saat tidur dan laki-laki membakar sekitar 736 kalori dalam tidur seminggu.
Baca juga: Studi: Ini Sebabnya Bangun Lebih Pagi Bantu Turunkan Berat Badan
Para peneliti di University of Chicago dan Stanford University juga telah menghubungkan kurang tidur dengan meningkatkan berat badan. Penelitian pertama meneliti kadar leptin dan ghrelin pada 12 pria sehat, serta hubungannya dengan tingkat nafsu makan mereka.
Hasilnya, ditemukan bahwa kurang tidur dapat memicu kenaikan berat badan, sementara pola tidur yang normal dapat memastikan berat badan subjek tetap stabil.
Di sisi lain, tidur yang nyenyak dan cukup waktu yakni sekitar 7-8 jam per malam akan membuat siklus metabolisme menjadi lebih stabil. Meskipun demikian, ingatlah bahwa penurunan berat badan berlangsung dalam waktu yang bertahap dan tak instan. Jadi, jika Anda ingin berat badan stabil atau turun, biasakan untuk cukup tidur setiap malam.
Baca juga: Terbiasa Tidur dengan Lampu Menyala Bikin Berat Badan Sulit Turun Lho
(Ajeng Anastasia Kinanti/AN Uyung Pramudiarja)











































