Para peneliti dari Children's Hospital Oakland Research Institute melakukan serangkaian eksperimen untuk menemukan perilaku diet yang sukses serta cara menjaga tekanan darah agar kondisi kesehatan selalu prima.
"Sudah diketahui secara luas bahwa konsumsi kebiasaan diet yang buruk berarti peningkatan risiko penyakit di masa depan," kata Bruce Ames, penulis utama studi sekaligus director of the Nutrition and Metabolism Center di University of California, Berkeley, seperti dikutip dari Medical Daily pada Selasa (11/8/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bruce juga menambahkan bahwa cara mudah seperti konsumsi bar nutrisi yang digunakan dalam penelitian ini dapat membantu orang untuk menyadari bahwa diet dengan gizi yang cukup dapat memiliki dampak positif dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam serangkaian tiga percobaan, Bruce dan tim risetnya mempelajari 43 orang dewasa dengan berbagai kategori. Dari yang sehat, ramping, kelebihan berat badan, hingga obesitas. Selama dua bulan mereka diberi snack bar padat nutrisi dua kali sehari.
Tekanan darah, kolesterol, kadar gula darah, dan berat badan peserta dites sebelum, selama, dan setelah percobaan. Kebiasaan makan dan olahraga mereka tidak ada yang berubah sepanjang percobaan. Namun, banyak dari mereka kehilangan berat badan setelah memakan snack bar nutrisi secara rutin.
Baca juga: Cegah 'Kalap' Beli Camilan Tak Sehat, Jangan Lupakan Trik-trik Ini
Snack bar bernutrisi memiliki jumlah protein tinggi dan jenis ini yang paling populer. Berbagai produsen menggunakan resep campuran dengan protein dan serat yang telah terbukti meningkatkan rasa kenyang di antara konsumen. Bar padat nutrisi dapat menjadi solusi atas kekurangan gizi di antara makanan siap saji yang saat ini lebih digemari.
Menurut medical internist, Dr Jacob Teitelbaum, ketika tubuh kekurangan nutrisi seperti vitamin dan mineral, peradangan dapat terjadi dan membuat berat badan semakin tidak stabil.
"Kekurangan gizi tidak hanya akan memperlambat tubuh dan metabolisme, tetapi juga memicu tubuh untuk mendambakan lebih banyak makanan daripada yang dibutuhkan karena putus asa untuk mencari vitamin dan mineral yang diperlukan untuk mengisi kekosongan nutrisi," tutur Dr. Jacob. (rdn/rdn)











































