Ibu tiga anak itu pun bertekad menurunkan berat badannya dengan mengubah pola makan dan rutin nge-gym lima kali seminggu. Betty juga rajin bersepeda dan berenang. Berhasil! dalam waktu beberapa bulan, perlahan berat Betty menyusut hingga mencapai angka 63 kg.
Tak berhenti sampai di situ. Sekarang, Betty juga tercatat sebagai mahasiswa tertua di Barnsley College, South Yorkshire di mana ia belajar mendekorasi kue, menjahit, dan mengatur pola makan sehat. Tujuan Betty melakukan itu utamanya untuk menjaga berat badannya agar stabil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Rahasia Pria 95 Tahun yang Tampak Awet Muda Seperti Berusia 50-an Tahun
Nenek yang sudah memiliki beberapa cicit ini mengakui lonjakan berat badannya terjadi ketika ia mengelola toko ikan dan keripik. Setiap hari, Betty sering sekali ngemil ditambah kebiasaan malas berolahraga. Hingga suatu hari, ia tidak mampu mengantarkan cicitnya, Jake ke sekolah.
Saat itulah Betty berpikir sudah saatnya dia mengubah diri. Sampai sekarang, Betty tetap memperhatikan pola makannya. Termasuk saat menghias kue, alih-alih mencomot kue yang dihiasnya, Betty akan memberikan hasil karyanya itu untuk kegiatan amal. Di klub Slimming World di daerahnya, Betty yang menjanda sejak 2 tahun lalu itu juga menjadi anggota tertua.
'
"Saya tidak masalah dengan usia saya. Buktinya saya masih bisa melakukan apapun. Setelah menurunkan bobot, saya sukses menjalani operasi jantung terbuka. Saya juga sekarang memiliki banyak teman dari berbagai rentang usia dan itu amat menyenangkan," kata Betty seperti dikutip dari Express, Kamis (3/9/2015).
Berangkat dari pengalamannya, Betty berpesan agar orang lain tidak terhalang usia ketika ingin menggapai tujuannya. Buktinya, Betty sukses menurunkan berat badan meski usianya tak lagi muda, bukan?
Baca juga: 7 Kakek Paling Perkasa, Usia Tua Tapi Tubuh dan Tenaga Luar Biasa
(rdn/up)











































