5 Alasan Mengapa Karbohidrat Tak Boleh 'Diasingkan' Saat Berdiet

5 Alasan Mengapa Karbohidrat Tak Boleh 'Diasingkan' Saat Berdiet

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Jumat, 04 Sep 2015 10:34 WIB
5 Alasan Mengapa Karbohidrat Tak Boleh Diasingkan Saat Berdiet
Foto: thinkstock
Jakarta - Sedang ingin turun berat badan bukan berarti lantas asupan tertentu seperti karbohidrat perlu dikurangi atau dihentikan. Malah faktanya jika dikonsumsi tak berlebihan asupan ini dapat memberikan manfaat.

Seperti dirangkum detikHealth pada Jumat (4/9/2015), berikut 5 manfaat dari cukup asupan karbohidrat:

1. Bahan bakar utama tubuh

Foto: thinkstock
Setelah makan, tubuh mengubah karbohidrat menjadi glukosa, yang kemudian diangkut dalam darah ke sel-sel yang membutuhkannya, seperti otak dan otot. Faktanya, tubuh selalu butuh bahan bakar lho, termasuk saat tidur. Oleh sebab itu, asupan karbohidrat sangat dibutuhkan.

2. Tak menambah bobot

Foto: thinkstock
Menurut laporan The Scientific Advisory Committee on Nutrition (SACN), penelitian ilmiah tidak mendukung teori bahwa diet tinggi karbohidrat total dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Sederhananya, teori bahwa semua karbohidrat dapat menyebabkan kegemukan adalah sebuah mitos.

Intinya, konsumsi karbohidrat sebaiknya tidak ditambahkan dengan asupan lainnya seperti lemak. Misalnya hindari menambahkan mentega berlebihan saat akan mengonsumsi roti, atau batasi penggunaan saus daging atau minyak saat mengonsumsi pasta dan kentang.

Dibandingkan karbohidrat, lemak memiliki kalori dua kali lebih banyak. Oleh sebab itu, menambahkan lemak secara berlebihan dapat meningkatkan kalori makanan tersebut. Namun seringnya yang disalahkan justru asupan karbohidrat.

3. Sumber serat

Foto: thinkstock
Makanan kaya asupan karbohidrat faktanya menyediakan cukup serat yang dibutuhkan oleh tubuh. Nah, diet kaya serat sendiri diketahui menurunkan risiko perkembangan penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2 dan kanker usus.

Sumber karbohidrat dan serat yang baik termasuk di antaranya buah, sayuran, kacang-kacangan, lentil, kentang, oat, roti gandum, beras merah, pasta gandum dan sereal gandum.

4. Baik untuk jantung

Foto: thinkstock
Penelitian mengungkapkan bahwa asupan lebih tinggi dari beta-glukan dapat menurunkan tekanan darah, kolesterol total, LDL atau kolesterol 'jahat' dan trigliserida (lemak darah).

Untuk mendapatkan manfaat ini, Anda dianjurkan mengonsumsi bubur untuk sarapan, mengonsumsi menu gandum, kacang-kacangan dan buah kering.

5. Menurunkan risiko diabetes tipe 2

Foto: thinkstock
Asupan karbohidrat dan serat yang baik diketahui memiliki hubungan dengan risiko yang lebih rendah dari diabetes tipe 2. Pilihlah menu karbohidrat yang kaya serat dan biji-bijian, misalnya seperti roti gandum. Ada baiknya juga Anda mengganti asupan nasi putih dengan nasi beras merah.

Halaman 2 dari 6
Setelah makan, tubuh mengubah karbohidrat menjadi glukosa, yang kemudian diangkut dalam darah ke sel-sel yang membutuhkannya, seperti otak dan otot. Faktanya, tubuh selalu butuh bahan bakar lho, termasuk saat tidur. Oleh sebab itu, asupan karbohidrat sangat dibutuhkan.

Menurut laporan The Scientific Advisory Committee on Nutrition (SACN), penelitian ilmiah tidak mendukung teori bahwa diet tinggi karbohidrat total dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Sederhananya, teori bahwa semua karbohidrat dapat menyebabkan kegemukan adalah sebuah mitos.

Intinya, konsumsi karbohidrat sebaiknya tidak ditambahkan dengan asupan lainnya seperti lemak. Misalnya hindari menambahkan mentega berlebihan saat akan mengonsumsi roti, atau batasi penggunaan saus daging atau minyak saat mengonsumsi pasta dan kentang.

Dibandingkan karbohidrat, lemak memiliki kalori dua kali lebih banyak. Oleh sebab itu, menambahkan lemak secara berlebihan dapat meningkatkan kalori makanan tersebut. Namun seringnya yang disalahkan justru asupan karbohidrat.

Makanan kaya asupan karbohidrat faktanya menyediakan cukup serat yang dibutuhkan oleh tubuh. Nah, diet kaya serat sendiri diketahui menurunkan risiko perkembangan penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2 dan kanker usus.

Sumber karbohidrat dan serat yang baik termasuk di antaranya buah, sayuran, kacang-kacangan, lentil, kentang, oat, roti gandum, beras merah, pasta gandum dan sereal gandum.

Penelitian mengungkapkan bahwa asupan lebih tinggi dari beta-glukan dapat menurunkan tekanan darah, kolesterol total, LDL atau kolesterol 'jahat' dan trigliserida (lemak darah).

Untuk mendapatkan manfaat ini, Anda dianjurkan mengonsumsi bubur untuk sarapan, mengonsumsi menu gandum, kacang-kacangan dan buah kering.

Asupan karbohidrat dan serat yang baik diketahui memiliki hubungan dengan risiko yang lebih rendah dari diabetes tipe 2. Pilihlah menu karbohidrat yang kaya serat dan biji-bijian, misalnya seperti roti gandum. Ada baiknya juga Anda mengganti asupan nasi putih dengan nasi beras merah.

(ajg/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads