"Orang berbobot tubuh normal yang pasangannya berubah dari normal menjadi obese akan lebih mungkin juga jadi ikut obese," ujar Laura Cobb dari Johns Hopkins University seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (20/10/2015).
"Hal ini bisa terjadi karena perubahan pada satu pasangan dapat berdampak juga pada pasangan lainnya karena mungkin adanya perubahan serupa pada pola makan, aktivitas fisik, dan perilaku lain yang berkaitan dengan obesitas," lanjut Cobb.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudah banyak studi yang melihat kaitan antara pernikahan dan kenaikan bobot tubuh dan banyak juga studi yang mengaitkan obesitas dengan berbagai penyakit. Hal baru yang dilakukan oleh Cobb adalah melihat seberapa banyak pasangan yang bobot tubuhnya naik bersama-sama.
Cobb dan rekannya mengambil data 4.000 pasangan mulai dari tahun 1987 dan tahun 1989. Pada tahun 2011 dan 2013 data dari orang-orang tersebut diperiksa untuk dilihat perkembangannya.
Saat studi dimulai 23 persen dari pria dan 25 persen wanita masuk kategori obesitas. Seiring berjalannya waktu pria yang tak obesitas namun istrinya berubah menjadi obesitas ditemui 78 persennya akan ikut berubah menjadi obesitas pula.
Sementara itu pada wanita yang suaminya alami obesitas, mereka lebih berisiko ikut menjadi obesitas pula sampai 89 persen.
Studi ini telah dipublikasi di American Journal of Epidemiology. Coob mengatakan kelemahan studi ini adalah banyaknya partisipan yang meninggal atau tak bisa ditemui di tahun terakhir penelitian.
Baca juga: Studi Ungkap Menikah Bikin Pria dan Wanita Jadi Lebih Gemuk (fds/up)











































