Sebuah studi dari University of Florida mengungkapkan bahwa stres kronis yang terjadi terus-menerus dapat menghambat penurunan berat badan. Alasannya, stres kronis merangsang produksi protein betatrophin yang dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk memecah lemak.
"Stres membuat metabolisme lemak di dalam tubuh menjadi lebih lambat, akibatnya lemak pun tertimbuh," ujar Dr Li-Juni Yang, dari UF College of Medicine, seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (8/1/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Temuan ini menetapkan bahwa betatrophin adalah protein yang berhubungan dengan stres," imbuh Yang.
Meskipun belum dilakukan penelitian secara langsung pada manusia, namun Yang meyakini bahwa hasil yang muncul kemungkinan besar tak berbeda jauh. Menurutnya, tetap yang terpenting adalah fakta bahwa stres memiliki pengaruh buruk terhadap kesehatan tubuh.
Oleh sebab itu, pengendalian stres dianggap sebagai salah satu solusi yang bisa dilakukan untuk meminimalkan efek buruknya. "Sebisa mungkin hindari stres, kalau perlu ajak keluarga atau pasangan berdiskusi bersama jika sedang ada masalah, sehingga stres pun bisa dihindari," pesan Yang.
Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal BBA Molecular and Cell Biology of Lipids.
Baca juga: Hati-hati, Terlalu Stres Bisa Rusak Program Diet Anda
(ajg/vit)











































