Studi yang dilakukan oleh Herman Pontzer dari City University of New York beserta timnya menemukan bahwa orang yang aktivitas fisiknya sedang rata-rata membakar 200 kalori lebih banyak dari mereka yang malas bergerak. Namun demikian pada orang yang aktivitas fisiknya tinggi, mereka rata-rata membakar kalori sama seperti orang yang aktivitasnya sedang.
Mengapa hal ini bisa terjadi dikatakan oleh Pontzer masih belum jelas. Peneliti memiliki teori bahwa karena kebanyakan kalori sebetulnya dipakai untuk menjalankan fungsi sel, maka saat seseorang melakukan aktivitas tinggi ada efisiensi yang terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi yang kami pikirkan adalah saat kita semakin aktif maka tubuh akan menyesuaikan diri. Energi yang digunakan untuk aktivitas sel itu dikurangi agar ada ruang untuk pengeluaran energi aktivitas fisik," kata Pontzer seperti dikutip dari Livescience pada Rabu (3/2/2016).
Studi yang dipublikasi di jurnal Current Biology ini melihat data pengeluaran energi dari 332 orang di rentang usia 25-45 tahun. Para partisipan penelitian yang dilibatkan ada dari Ghana, Afrika Selatan, Seychelles, Jamaika, sampai Amerika Serikat.
"Orang-orang suku pemburu Hadza mereka sangat aktif, berjalan kaki jarak jauh sepanjang hari dan banyak melakukan aktivitas fisik. Tapi meski demikian kami menemukan bahwa mereka memiliki pengeluaran energi yang sama dengan orang-orang yang gaya hidupnya lebih santai di Amerika Serikat dan Eropa," papar Pontzer.
Pontzer mengatakan olahraga tetap penting untuk dilakukan. Hanya saja terkait hal ini untuk masalah penurunan berat badan sebaiknya seseorang memang tak hanya mengandalkan olahraga saja tetapi juga diet seimbang.
Baca juga: Mana Lebih Efektif Untuk Membakar Kalori: Berjalan atau Berlari?
(fds/vit)











































