Gara-gara punya IMT yang termasuk kategori gemuk, sekitar 75 juta orang dewasa di AS dianggap punya risiko penyakit jantung serta diabetes melitus. Dampaknya cukup luas, antara lain harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan asuransi kesehatan.
Namun sebuah penelitian di University of California di Los Angeles (UCLA) mengungkap, 54 juta orang di antaranya sesungguhnya punya kondisi tubuh yang prima. Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Obesity tersebut menyiratkan bahwa IMT sudah tidak relevan digunakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Masih Pakai Timbangan? Ini Dia 12 Cara Hitung Komposisi Lemak Tubuh
Nilai IMT dihitung dari berat badan seseorang (dalam kilogram), dibagi dengan kuadrat tinggi badan (dalam meter). IMT ideal berada dalam rentang 18,5-24,9 kg/m2, overweight antara 25-29,9 kg/m2, dan obesitas di atas 30 kg/m2.
Belakangan, para ahli menemukan bahwa orang-orang dengan IMT ideal bisa saja tidak sehat. Sebaliknya, pemilik IMT yang tidak ideal seringkali justru lebih sehat.
Hasil pengamatan pada 40.420 orang dewasa menunjukkan bahwa 47 persen dari yang dikategorikan overweight, dan 29 persen dari yang dikategorikan, sesungguhnya memenuhi kriteria sehat. Kriteria tersebut didasarkan pada hasil tes darah, antara lain kadar kolesterol jahat, gula, dan juga tekanan darah.
Sebaliknya, 30 persen dari pemilik IMT ideal justru dinyatakan tidak sehat secara metabolik.
Baca juga: Hipertensi dan Obesitas, Faktor Risiko Utama Penyakit Tidak Menular di Bogor (up/up)











































