Ya, wanita asal Minnesota, Amerika Serikat ini mengklaim bobotnya berhasil turun sebanyak 25 kg dalam setahun justru dengan mengonsumsi kentang setiap hari. Tak cuma diolah dengan cara dikukus, kentang ini juga ia olah dengan cara digoreng.
Meskipun awalnya sempat pesimistis bisa menurunkan berat badannya, namun dengan menerapkan pola makan tertentu, kini berat badannya berhasil turun dan tubuhnya juga tampak lebih proporsional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di akun blognya, 'High Carb Hannah', ia juga menuliskan beberapa resep pengolahan kentang yang biasa ia konsumsi untuk dietnya. Ia berharap orang-orang tak lagi memusuhi karbohidrat saat ingin menurunkan berat badannya.
"Saat mendengar kata karbohidrat, seringkali yang terlintas adalah donat, permen dan es krim. Padahal karbohidrat lain seperti kentang, nasi dan buah justru sangat baik untuk tubuh," imbuh Hannah.
Menurutnya, selama konsumsi kentang tak dibarengi dengan bahan berlemak lain seperti mentega, minyak dan keju, maka tidak akan menimbulkan kenaikan berat badan yang berlebihan. Hannah merasa lemak tambahan yang membuat olahan kentang menjadi tidak sehat, bukan kentang itu sendiri.
Ia mengaku mulai mencoba diet kentang setelah membaca buku 'The Starch Solution' yang ditulis oleh Dr John McDougall. Dalam buku tersebut dituliskan beberapa cara menurunkan berat badan, termasuk 'cleanse diet', di mana Anda dianjurkan untuk hanya mengonsumsi kentang selama 30 hari.
Olahannya pun boleh bermacam-macam, mulai dari digoreng dengan sedikit minyak, direbus, atau dibuat menjadi kentang tumbuk. Meskipun dirasa sulit, terutama bagi mereka yang menyukai variasi makanan, Hannah mengaku dirinya cocok menggunakan diet ini.
"Ini semua tentang menemukan makanan berbasis tumbuhan yang sehat dan mengolahnya dengan tepat. Mudah saja," tegas Hannah.
Baca juga: Diet See-food, Kebiasaan yang Bisa Bikin Keinginan Ngemil Meningkat
(ajg/vit)










































