Cukup Turunkan Bobot 5 Persen, Risiko Diabetes Akan Menjauh Pergi

Cukup Turunkan Bobot 5 Persen, Risiko Diabetes Akan Menjauh Pergi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Selasa, 23 Feb 2016 18:03 WIB
Cukup Turunkan Bobot 5 Persen, Risiko Diabetes Akan Menjauh Pergi
Foto: Thinkstock
Jakarta - Kelebihan badan badan merupakan faktor risiko berbagai penyakit, termasuk diabetes melitus tipe 2. Sedikit saja mengurangi berat badan, risiko diabetes akan mulai menjauh.

Sebuah penelitian di Washington University School of Medicine membuktikan seseorang cukup menurunkan berat badan sebesar 5 persen untuk menjauhi risiko diabetes. Respons tubuh terhadap insulin, yakni hormon pengatur kadar gula darah, mengalami peningkatan.

"Temuan kami menunjukkan bahwa penurunan berat badan meski cuma sedikit, sudah memberikan manfaat penting bagi berbagai sistem organ," kata Dr Samuel Klein yang memimpin penelitian tersebut, dikutip dari Livescience, Selasa (23/2/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dan tentunya, makin banyak mengurangi berat badan maka risiko diabetes juga akan semakin berkurang. Bahkan tidak cuma mengurangi risiko diabetes, penurunan berat badan juga mengurangi risiko inflamasi atau radang yang berhubungan dengan berbagai jenis penyakit kronis lainnya.

Baca juga: Mau Berdiet? Hati-hati, di Waktu Ini Nafsu Makan Sedang Tinggi-tingginya 

Kesimpulan tersebut didapatkan para ilmuwan setelah mengamati 40 orang dengan masalah obesitas. Sebagian diminta menjalani program untuk menurunkan berat badan sebesar 5 persen, sebagian lagi bervariasi antara 10-15 persen.

Saat ini, para ahli merekomendasikan penurunan berat badan antara 5-10 persen pada orang dengan masalah obesitas. Berdasarkan temuan ini, para ilmuwan menilai rekomendasi penurunan berat badan sebesar 5 persen saja sudah cukup, tidak harus sampai 10 persen yang justru meningkatkan persepsi kegagalan jika targetnya tidak tercapai.

Baca juga: Tidak Sarapan, Risiko Stroke Lebih Tinggi 30 Persen  (up/ajg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads