Rabu, 24 Feb 2016 16:31 WIB

Studi: Meski Manis, Makan Buah Tidak Akan Bikin Gula Darah Melonjak Naik

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Konsumsi buah-buahan sangat dianjurkan bagi kesehatan tubuh. Namun tak sedikit pula yang ragu karena merasa kebiasaan makan buah manis dapat menimbulkan risiko diabetes.

Jika Anda salah satunya, maka kini Anda tak perlu khawatir berlebihan. Studi terbaru menunjukkan bahwa gula di buah-buahan tidak sama seperti pemanis yang ada di gula pasir, soda dan makanan manis.

Gula alami ini juga tidak sama seperti madu, gula tebu, sirup jagung tinggi fruktosa, dan bentuk lain dari gula yang biasa ditambahkan ke banyak makanan olahan. Dikonsumsi bersamaan dengan serat alami buah, maka tubuh akan menjadi lebih lambat dalam proses penyerapan gula buah tersebut.

Seperti dikutip dari New York Times dan dikutip pada Rabu (24/2/2016), Dr David Ludwig dari New Balance Foundation Obesity Prevention Center di Boston Children's Hospital menyebutkan bahwa ketika Anda mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung karbohidrat, sistem pencernaan Anda memecahnya menjadi glukosa, yang kemudian memasuki aliran darah.

Nah, ketika kadar glukosa meningkat, pankreas memproduksi insulin. Insulin ini memberi sinyal agar sel menyerap glukosa sehingga dapat digunakan langsung sebagai energi atau disimpan dalam hati dan otot.

Oleh sebab itu, terlalu banyak makan makanan yang manis dan mengandung gula tinggi disebut-sebut dapat membuat terjadinya lonjakan gula darah dan pankreas pun harus bekerja ekstra. Seiring waktu, risiko diabetes tipe 2 pun meningkat.

Beberapa asupan yang diketahui tinggi karbohidrat dan rendah lemak seperti roti putih, biskuit, dan kue kerap dianggap menjadi biang keladi diabetes jika dikonsumsi berlebihan. Begitu juga dengan minuman manis seperti soda dan jus buah kemasan. "Berbeda dengan buah. Gula alami dalam buah utuh memiliki serat, sehingga tidak akan membuat gula darah melonjak drastis," tutur Ludwig.

Ya, konsumsi buah memiliki segudang manfaat bagi kesehatan, salah satunya mengurangi risiko kanker payudara. Seperti disampaikan oleh para peneliti dari Harvard T.H Chan School of Public Health dan dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics, untuk setiap tambahan 10 gram asupan serat harian, misalnya dari sebuah apel, pada masa dewasa awal, risiko kanker payudara menurun sebesar 13 persen.

Baca juga: Banyak Makan Buah dan Sayur Saat Remaja, Risiko Kanker Payudara Bisa Drop (ajg/up)