Prof Dr Hardinsyah, MS, salah satu penulis buku Fakta dan Mitos Hidrasi mengatakan hal tersebut tidak benar. Bahkan menurutnya, konsumsi air dingin malah dapat membakar kalori yang tersimpan dalam tubuh.
"Karena ketika minum air dingin itu tak bisa langsung diserap oleh darah. Agar bisa diserap, suhunya harus sama dengan suhu tubuh. Nah untuk membuat suhu air dingin sesuai dengan suhu ada proses metabolisme. Proses metabolisme ini membakar kalori yang tersimpan di lemak tubuh," urai Prof Hardin, dalam konferensi pers Indonesian Hydration and Health Conference di Hotel JW Marriot, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (16/3/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi sama saja kalau minum air es tapi masih disertai dengan makanan berlemak atau makanan manis," tambahnya lagi.
Baca juga: Mau Kurus Harus Setop Minum Air Es? Ini Kata Ahli Gizi
Dr dr Fiastuti Witjaksono, MS, MSc, SpGK mengatakan asupan cairan utama bagi tubuh adalah air minum. Namun konsumsi buah dan sayur juga tidak boleh dilupakan.
Selain mengandung cairan, buah dan sayur mengandung banyak serat. Tubuh mencerna serat lebih lama sehingga membuat rasa lapar berkurang.
"Jadi cairan itu 80 persen dari air minum, makanya memenuhi kebutuhan 8 gelas air per hari itu penting. Sisanya 20 persen didapat dari buah dan sayuran," ungkapnya. (mrs/up)











































