Kamis, 17 Mar 2016 09:02 WIB

Agar Cepat Pulih, Begini Diet yang Dianjurkan untuk Ibu Pasca Melahirkan

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Setelah melahirkan, ibu baru membutuhkan banyak asupan nutrisi guna mempercepat masa pemulihan dan mengembalikan kebugaran tubuh. Salah satunya bisa dilakukan dengan menerapkan diet yang tepat.

Menurut pakar kesehatan Ketaki Karpe-Kolgaonkar, asupan makanan yang dikonsumsi ibu harus bisa memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan janin. Oleh karena itu, sebaiknya ibu tidak makan asal-asalan ya.

"Jangan lupa waspadai keberadaan bakteri dari bahan-bahan makanan seperti sayur, buah atau daging. Usahakan untuk mencuci semua bahan makanan tersebut sebelum diolah," pesan Ketaki, seperti dikutip dari Times of India, Kamis (17/3/2016).

Baca juga: Coba Terapkan Langkah Ini Saat Tidur untuk Bantu Turunkan Berat Badan

Pakar gizi Dr Shilpa Joshi menjelaskan bahwa ibu membutuhkan energi ekstra, setidaknya dalam enam bulan pertama. Ini karena dalam fase tersebut ibu akan menyusui bayinya. "Jadi, ibu perlu makan lebih banyak kalori. Bisa dari asupan kaya protein seperti kacang-kacangan dan daging," imbuhnya.

Selain itu, saat melahirkan ibu biasanya juga akan kehilangan sejumlah besar darah, sehingga asupan kaya akan zat besi dinilai penting. Konsumsi sayur bayam setiap hari akan sangat membantu mengembalikan kadar zat besi ibu. "Lalu sebisa mungkin penuhi kebutuhan kalsium ibu, karena bayi juga memerlukannya. Minumlah susu setiap hari," pesan Joshi.

Yang tak kalah penting, perbanyak minum air putih setiap hari. Sebab kebiasaan ini dapat merangsang produksi air susu ibu (ASI). Cara ini juga dapat dilakukan ibu untuk mencegah sembelit, karena biasanya sembelit membuat proses buang air besar terasa nyeri bagi ibu yang baru melahirkan secara normal.

"Selain dari konsumsi air putih, memenuhi hidrasi tubuh juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi sup, buah-buahan, sayur bening dan jus buah. Ini penting karena cairan membantu proses pembuangan racun dan obat-obatan," tutur Joshi.

Baca juga: Begini Kenaikan Berat Badan Saat Hamil yang Sehat Menurut Ahli


(ajg/up)
News Feed