Cara Mudah Turunkan dan Jaga Berat Badan Tetap Stabil: Ngemil Kacang

ADVERTISEMENT

Cara Mudah Turunkan dan Jaga Berat Badan Tetap Stabil: Ngemil Kacang

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Kamis, 31 Mar 2016 14:04 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Jika Anda sedang ingin menurunkan berat badan, tapi bingung menentukan menu camilan atau asupan sehari-hari, maka kacang bisa menjadi pilihan utama. Mengapa demikian?

Peneliti dari St Michael's Hospital, Kanada, Dr Russell de Souza, menyebutkan bahwa mengonsumsi banyak kacang-kacangan termasuk buncis dan lentil dapat membantu proses penurunan berat badan Anda. Selain memiliki rasa yang enak, kacang juga dikenal rendah lemak.

Menurut Russell, mengonsumsi 130 gram atau sekitar tiga perempat cangkir kacang setiap hari dapat membantu program penurunan berat badan Anda.

"Makan kacang membantu menjaga kita merasa kenyang lebih lama. Sehingga keinginan untuk ngemil makanan lainnya pun menjadi berkurang," pungkas Russell, seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (31/3/2016).

Baca juga: Kebiasaan Bawa Ponsel Saat BAB di Toilet? Ini Efeknya Bagi Kesehatan

Dalam studi ini, para ilmuwan menganalisis data dari 21 uji klinis yang melibatkan 940 responden pria dan wanita. Peneliti menemukan bahwa menambahkan satu porsi kacang dalam diet membuat berat badan responden turun rata-rata 0,34 kg selama enam pekan.

"Meskipun penurunan berat badan yang terjadi angkanya kecil, temuan kami menunjukkan bahwa menambahkan kacang-kacangan dalam diet sehari-hari juga dapat membantu program penurunan berat badan," imbuh Russell.

Penelitian sebelumnya tentang efek konsumsi kacang terhadap berat badan juga menunjukkan bahwa konsumsi asupan tersebut meningkatkan perasaan kenyang hingga 31 persen.

Kacang-kacangan juga dikatakan baik untuk jantung, karena mereka secara signifikan dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Selain itu, kacang juga memiliki indeks glikemik rendah. Ini berarti mereka dicerna secara perlahan dan tidak menyebabkan lonjakan insulin yang membahayakan tubuh.

Penelitian ini telah dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition. (ajg/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT