Catat! 7 Kebiasaan Buruk yang Bisa Gagalkan Program Diet

Catat! 7 Kebiasaan Buruk yang Bisa Gagalkan Program Diet

Hillariana ID - detikHealth
Kamis, 07 Apr 2016 08:36 WIB
Catat! 7 Kebiasaan Buruk yang Bisa Gagalkan Program Diet
Foto: Thinkstock
Jakarta - Berencana menurunkan berat badan? Anda mungkin akan mengevaluasi pola makan. Akan tetapi, diet tidak hanya tentang apa yang  dimakan, namun juga bagaimana cara mengonsumsi kudapan yang tersedia.  Hal-hal yang dianggap wajar seperti melewatkan makanan, makan sambil berdiri, atau belanja dalam kondisi perut kosong memang terlihat tidak berbahaya.

Meski kenyataannya hal-hal yang dianggap wajar seperti itulah yang dapat menggagalkan diet Anda. Seperti dikutip dari CBS News, Kamis (7/4/2015), berikut adalah 7 kebiasaan buruk yang dapat menggagalkan diet :

1. Melewatkan Waktu Makan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melewatkan waktu makan terlihat seperti cara termudah untuk menurunkan berat badan. Tapi kenyataannya tak melulu seperti itu. Menurut pakar diet Lori Rosenthal, melewatkan makan tidak membuat berat badan turun dan hanya memperlambat metabolisme tubuh.

2. Makan Sambil Berjalan

Studi menemukan bahwa orang yang melakukan diet dan berjalan sambil makan, akan makan lagi nantinya. Peneliti menyimpulkan, hal ini disebabkan berjalan membutuhkan kekuatan. Berjalan juga dapat mengurangi kemampuan kita untuk menyimpan makanan selama kita makan dan mengingatkan ketika sudah kenyang.

"Ketika Anda tidak berkonsentrasi pada makanan, Anda akan jatuh ke dalam jebakan pikian dimana kita tidak mengingat bahwa kita sudah makan atau mengingat makanan apa yang kita sudah konsumsi," ungkap profesor psikologi, Jane Odgen.

3. Mengemil di Malam Hari

Waktu makan juga memainkan peran penting dalam menurunkan berat badan. Para ahli mengatakan bahwa mengemil di malam hari bukanlah lapar yang sesungguhnya dan dapat menyebabkan kelebihan makan. Rosenthal menyarankan, sebelum mengemil di malam hari, tanya diri Anda, apakah Anda benar-benar lapar atau itu hanya perasaan sesaat. Jika tidak, minumlah secangkir air mineral atau minuman yang tidak bergula lainnya.

"Tubuh biasanya merasa bingung antara lapar atau haus. Kemudian, makan dua atau tiga jam sebelum tidur dapat menimbulkan masalah pencernaan seperti heartburn (adanya asam di kerongkongan yang menyebabkan rasa terbakar di dada)," ucap Rosenthal.



Baca juga: Sukses Turunkan Bobot 39 Kg, Begini Pola Makan yang Diterapkan Kristiyani

4. Tidak makan di rumah

Makan di luar rumah terlalu sering, seperti di restoran bisa meningkatkan berat badan. Sebab, seringkali seseorang menganggap makan di luar rumah sebagai pertemuan sosial sehingga mereka lebih santai dan menghabiskan lebih banyak makanan, demikian disampaikan Rupeng An, asisten profesor di University of Illinois. Untuk itu, ada baiknya olahlah sendiri makanan di rumah dan cek kembali menu yang Anda pilih saat di restoran.

5. Makan Terlalu Cepat

Rosenthal mengatakan, ketika seseorang makan dengan cepat, otak tidak dapat menciptakan tentang ingatan rasa. Padahal, studi menunjukkan ingatan rasa yang dihasilkan dari makan pelan-pelan bisa memberikan rasa puas dan bahagia yang lebih.

6. Aturan Piring Harus Selalu bersih

Sebaiknya jangan gunakan lagi prinsip tersebut. Menurut Rosenthal, jika memang harus menerapkan aturan seperti itu, ambillah lebih dulu makanan dalam porsi sedikit lalu dihabiskan. Dengan begitu, porsi makan bisa tetap terkontrol sedangkan aturan piring harus selalu bersih bisa dilakukan.

7. Berbelanja di Kala Lapar

"Berbelanja di saat lapar dapat membuat Anda ingin mengisi keranjang belanjaan dengan makanan yang tidak sehat. Jangan pernah berbelanja saat perut kosong. Ketika kita lapar, seringkali kita jatuh dalam sebuah ilusi. Ada baiknya sebelum berbelanja, makanlah buah-buahan atau camilan yang sehat," ucap Rosenthal.

Baca juga: Porsi Makanan Kini Lebih Banyak, Tak Heran Obesitas Meluas

(rdn/up)

Berita Terkait