Hingga saat ia menikah, Donna yang sudah memiliki anak berusia 7 tahun ini, mengalami penurunan berat badan tapi tidak terlalu banyak. Bisa dibilang, upaya diet Donna setelah menikah pun selalu gagal karena banyaknya makanan tinggi karbohidrat dan gula yang selalu menggodanya.
Saat Natal tahun 2013, Donna iseng melihat foto ketika saudara perempuannya menikah. Ia malu dan terkejut melihat betapa gemuknya dia saat menjadi pendamping mempelai kala itu. 'Meski saya memakai gaun hitam, saya tetap terlihat besar dan benar-benar saya harus melakukan sesuatu,' pikir Donna kala itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Diet OCD dan Rutin Zumba, Nova Jadi Lebih Langsing Pasca Turun Bobot 16 Kg
Salah satu hal yang memotivasi Donna agar tahan akan godaan mengonsumsi makanan tinggi gula yakni ayahnya yang didiagnosis diabetes tipe 2 beberapa tahun lalu. Untuk itu, Donna tidak mau penyakit yang diidap ayahanya itu menurun kepadanya. Dalam seminggu, Donna setidaknya nge-gym lima kali, dengan panduan dari personal trainer.
Ia juga mengganti camilan keripik, cokelat, dan biskuit dengan roti gandum, protein bar, buah, serta sayur. Untuk sarapan, Donna lebih memilih bubur atau bagel kemudian di siang hari ia akan mengonsumsi telur dan makan malam dengan mengnsumsi makanan tinggi protein.
"Sekitar satu tahun, pengaturan pola makan ditambah rutin nge-gym sukses menurunkan bobot saya 50 kg, lebih dari setengah bobot saya yang dulu. Saya juga melakukan latihan untuk meningkatkan massa otot agar kulit saya tidak bergelambir. Sekarang, jika saya melihat foto pernikahan saya dulu, saya rasa sosok itu adalah orang lain. Beda sekali dengan kondisi saya saat ini," tutur Donna.
Baca juga: Patut Dicoba, 5 Trik Jitu Hindari Keinginan Ngemil Agar Bobot Stabil
(rdn/vit)











































