Hati-hati, Bolak-balik Pipis dan BAB Bukan Cara Menguruskan Badan yang Benar

Hati-hati, Bolak-balik Pipis dan BAB Bukan Cara Menguruskan Badan yang Benar

Nurvita Indarini - detikHealth
Jumat, 29 Apr 2016 12:30 WIB
Hati-hati, Bolak-balik Pipis dan BAB Bukan Cara Menguruskan Badan yang Benar
Foto: thinkstock
Jakarta - Efek sering buang air kecil maupun buang air besar (BAB) usai mengonsumsi obat pelangsing sering kali disambut gembira si pengonsumsinya. Diyakini makin sering pipis dan BAB maka akan semakin cepat kurus.

"Obat yang bikin buang air besar dan kencing banyak, itu nggak bener.  Kenapa? Karena yang hilang airnya, bukan lemaknya. Obat (pelangsing) boleh,  tapi harus sesuai aturan, aman dan dalam pengawasan dokter," pesan spesialis gizi klinik, Dr dr Fiastuti Witjaksono, MS, MSc, SpGK, beberapa waktu lalu.

Hal senada disampaikan nutrisionis pengasuh Konsultasi Gizi detikHealth, Leona Victoria Djajadi, MND. Dijelaskan Victoria, obat pelangsing banyak yang bersifat diuretik sehingga menyebabkan yang bersangkutan sering buar air kecil dan bersifat pencahar sehingga sering buang air besar. Nah, terlalu lama menggunakan obat semacam ini akan menyebabkan saluran pencernaan menjadi malas bergerak sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehingga saat dihentikan akan menyebabkan sulit BAB ataupun buang air kecil. Juga, kurusnya karena kekurangan air, bukan pengurangan lemak," terang Victoria dalam live chat 'Diet Tepat Pasca Melahirkan' yang digelar detikcom beberapa waktu lalu.

Baca juga: Mau Langsing Pasca Melahirkan? Tetap Boleh Ngemil Kok, Ini Aturannya

Jika ingin mendapatkan berat badan yang ideal, lebih disarankan untuk mengatur pola makan sehat. Jadi ketika makan, isilah piring Anda dengan seperempat karbohidrat, seperempat lauk (protein) dan setengah sayur. Selain itu, pastikan juga energi yang masuk sesuai dengan energi yang keluar.

dr Fiastuti menyarankan untuk mengurangi asupan lemak ketika ingin menurunkan berat badan. Salah satu caranya adalah mengurangi gorengan, sehingga cara memasak lebih diutamakan direbus, dikukus dan dibakar.

dr Fiastuti mengingatkan saat membakar makanan berprotein, lebih baik menggunakan wajan khusus, tidak langsung di bara api. Kalaupun dibakar di bara api, sebaiknya dibungkus dulu menggunakan daun. Menurutnya, ini untuk menghindari berubahnya kandungan dalam makanan menjadi bersifat karsinogen.

Selain itu pastikan minum air putih yang cukup, 6-8 gelas dalam sehari. Upayakan pula memperbanyak sayur dan buah. Jangan lupa pula untuk melakukan aktivitas fisik seperti melakukan pekerjaan rumah dan olahraga. Karena aktivitas fisiklah yang bisa membuat otot terjaga, sehingga ketika turun berat badan tidak terjadi penggelambiran.

Baca juga: Mau Langsing? Boleh Diet, Tapi Jangan Lupakan 5 Asupan Ini Ya

(vit/up)

Berita Terkait