Menurut peneliti dari Wageningen University, Belanda, Prof Edith Feskens, ada studi yang berhasil memberikan bukti nyata bahwa diet Mediterania berhubungan dengan kesehatan jantung yang lebih baik.
Dalam kuliah umum yang diadakan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jumat (27/6/2016), ia menjelaskan tentang studi yang telah dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association (JAMA) tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Tak Perlu Viagra, Diet Mediterania Bisa Bantu Pria Atasi Impotensi
Kelompok pertama diberikan diet tinggi lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fatty acid/MUFA); kelompok kedua diberikan diet tinggi lemak jenuh (saturated fatty acid/SFA); dan kelompok ketiga diberikan diet ala Mediterania.
Diet Mediterania memiliki komponen yang terdiri dari sayuran, buah segar, sereal dari gandum utuh, minyak zaitun, kacang, daging unggas dan ikan.
Setelah diamati dan dilakukan tes darah, ditemukan bahwa mereka yang diberikan diet Mediterania memiliki High-density lipoprotein (HDL) atau lemak baik yang lebih tinggi, dibandingkan dengan mereka yang diberikan diet tinggi MUFA maupun SFA.
Seperti dikutip dari BBC, sampai saat ini sejumlah peneliti masih penasaran apa sebenarnya yang membuat pola makan ini begitu menyehatkan. Dari situ tim peneliti gabungan dari King's College London dan University of California mengadakan penelitian dan menemukan, jawabannya terletak pada kandungan dari dua bahan makanan utamanya, yaitu sayuran hijau dan minyak zaitun.
Bila keduanya dikonsumsi secara bersamaan, maka saat berada di dalam tubuh mereka akan membentuk asam lemak nitro yang dapat menurunkan tekanan darah. (ajg/up)











































