Pada Orang Tertentu, Kebiasaan Ini Malah Bikin Badan Melar Setelah Ramadan

Pada Orang Tertentu, Kebiasaan Ini Malah Bikin Badan Melar Setelah Ramadan

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 08 Jun 2016 08:29 WIB
Pada Orang Tertentu, Kebiasaan Ini Malah Bikin Badan Melar Setelah Ramadan
Foto: thinkstock
Jakarta - Di bulan Ramadan, frekuensi makan menjadi dua kali yakni saat sahur dan berbuka. Semestinya, berkurangnya frekuensi makan bisa menurunkan berat badan. Tapi, pada beberapa orang justru yang terjadi tubuh malah makin melar.

Diungkapkan dr Errawan R. Wiradisuria, SpB(K)BD, pada beberapa orang, saat puasa memang bisa saja justru membuat yang bersangkutan malah mengalami kenaikan bobot. Hal ini tak lepas dari kebiasaan yang dilakukan.

"Pada orang tertentu ya, kalau dia ada bakat bisa aja makin gemuk ditambah makannya dipindahkan. Jadi dia memindahkan waktu makan siang ke malam ya sama aja justru bikin gemuk," kata dr Errawan dalam Media Gathering di Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ), Jakarta Barat, Selasa (7/6/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terus ada juga kan yang siang tuh tidur aja, nggak ngapa-ngapain, nggak gerak. Leha-leha aja gitu. Jadinya kan nggak gerak badannya," tambahnya.

Baca juga: Masalah Pencernaan yang Umum Terjadi di Awal Puasa dan Cara Mengatasinya

Untuk itu, dr Errawan menyarankan agar tetap beraktivitas meski berpuasa. Memang, tubuh lemas dan merasa lapar bisa dialami. Namun, keuntungan lain dengan tetap beraktivitas saat berpuasa salah satunya untuk mengalihkan fokus supaya tidak terasa, sudah tiba waktunya berbuka.

Hadir dalam kesempatan sama, dr Epistel P. Simatupang, SpPD mengingatkan untuk tak terbiasa kalap atau balas dendam saat berbuka puasa. Sebab, konsumsi makanan terlalu banyak juga tak baik bagi lambung. Akibatnya, bisa timbul berbagai masalah pencernaan. Misalnya saja mual muntah, kembung, dan kambuhnya Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

"Agar terhindar dari masalah pencernaaan, konsumsi asupan dengan gizi seimbang, minum air putih 6 sampai 8 gelas per hari, tidur cukup, dan olahraga secukupnya. Hindari rokok, kopi, atau suplemen stimulan seperti produk minuman dengan kandungan kafein dan stimulan tinggi," kata dr Epistel memberi saran.

Baca juga: Di Bulan Puasa Perlu Minum Suplemen Vitamin atau Tidak? Ini Kata Dokter


(rdn/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads