Seperti disampaikan oleh Chris Chang dari University of California-Berkeley, bahwa asupan yang dimaksud adalah tembaga. Asupan ini diyakini oleh peneliti turut memainkan peran kunci dalam sistem metabolisme lemak.
"Kami menemukan bahwa tembaga penting untuk membantu proses pemecahan sel-sel lemak menjadi energi. Tembaga bertindak sebagai regulator, semakin banyak tembaga dikonsumsi, semakin banyak lemak yang dibakar," tutur Chang, seperti dikutip dari Times of India, Jumat (10/6/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tembaga terdapat di dalam makanan seperti tiram dan kerang. Selain itu, tembaga juga banyak dikandung oleh sayuran berdaun hijau, jamur, biji-bijian, dan kacang-kacangan.
Chang melanjutkan, tembaga bukan termasuk zat yang dapat dibuat oleh tubuh. Oleh sebab itu, satu-satunya sumber tembaga bagi tubuh adalah dari makanan yang dikonsumsi.
Meskipun demikian, bukan berarti lantas Anda disarankan untuk mengonsumsi tembaga secara berlebihan, apalagi sampai mengonsumsi suplemen tembaga. Sebab terlalu banyak konsumsi tembaga dapat menyebabkan ketidakseimbangan dengan mineral penting lainnya, termasuk seng.
Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Chemical Biology.
Baca juga: Vitamin D Gratis! Yuk Berjemur 15 Menit di Bawah Sinar Matahari Pagi
(ajg/vit)











































