"Hukum kekekalan massa mengatakan secara fisik lemak dibuang ke suatu tempat dan tak melulu hanya melalui urine atau feses. Ketika Anda menurunkan berat badan, itu seperti Anda memakan lemak sendiri," kata Louis Aronne, direktur Comprehensive Weight Control Centre di NewYork-Presbyterian Hospital/Weill Cornell Medical Centre.
Aronne menjelaskan, tubuh butuh energi yang berasal dari makanan agar bisa melakukan fungsinya. Jika seseorang mengonsumsi lebih banyak energi daripada yang digunakan, maka energi tersebut akan disimpan di sel lemak dalam bentuk trigliserida yang terdiri dari karbon, hidrogen, dan oksigen. Sebaliknya, ketika energi yang dikonsumsi lebih sedikit dari energi yang digunakan, tubuh akan menggunakan cadangan lemak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Rahasia Bakar Lemak Lebih Banyak: Olahraga Sebelum Sarapan
Pada studi tahun 2014 di British Medical Journal diketahui bahwa untuk membakar 0,4 kg lemak, manusia perlu menghirup sekitar 1,2 kg oksigen untuk membantu mendorong proses metabolisme yang menghasilan kurang dari 1,3 kg CO2 dan setengah kg air. Di tubuh, air dapat keluar melalui feses, air seni, keringat, liur, dan cairan tubuh lainnya.
"Tapi, bukan berarti rahasia turun bobot adalah sedikit hiperventilasi. Jadi, bukan berarti ketika Anda berolahraga agak berat kemudian napas terengah-engah bisa jadi tanda signifikan pembakaran kalori," kata Aronne kepada Washington Post.
Sementara, ahli fisika Ruben Meerman mengungkapkan tak perlu khawatir bahwa CO2 sebagai hasil pembakaran lemak tubuh bisa berkontribusi pada pemanasan global. Sebab, dikatakan Meerman atom karbon yang dikeluarkan manusia akan kembali ke atmosfer setelah beberapa bulan atau beberapa tahun terperangkap dalam makanan yang dihasilkan dari tanaman.
Baca juga: Ini Sebabnya Ada Orang yang Suka Olahraga dan Ada yang Tidak
(rdn/vit)











































