5 Trik Bantu Kurangi Konsumsi Gula dalam Diet Sehari-hari

5 Trik Bantu Kurangi Konsumsi Gula dalam Diet Sehari-hari

Firdaus Anwar - detikHealth
Rabu, 22 Jun 2016 16:35 WIB
5 Trik Bantu Kurangi Konsumsi Gula dalam Diet Sehari-hari
Foto: iStock
Jakarta - Gula dalam kehidupan sehari-hari sebetulnya dibutuhkan sebagai sumber energi. Tapi bila berlebih, ia bisa menjadi penyakit dan celakanya saat ini hampir semua diet kita menggunakan gula yang cukup tinggi.

Pada tahun 2015 lalu World Health Organization (WHO) menyerukan perlu adanya perubahan pola diet masyarakat global. Konsumsi gula, garam, dan lemak perlu diperhatikan terutama untuk gula perlu dikurangi konsumsinya menjadi sekitar 6 sendok teh per hari.

Lalu berapa kira-kira gula yang ada untuk segelas minuman kita saat ini? Sudah mencukupi setengah atau mungkin lebih dari anjuran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memang diakui ahli sulit untuk benar-benar lepas dari gula, tapi ada beberapa cara yang bisa mulai dilakukan untuk setidaknya mengurangi jumlah yang dikonsumsi seperti berikut:

1. Lihat label

Foto ilustrasi: Muh. Taufiq Sidqi
Gula umumnya paling banyak didapatkan dari mengonsumsi makanan dan minuman olahan yang dijual di pasar. Oleh sebab itu ketika sedang berbelanja usahakan selalu cek label dan perhatikan kandungannya seperti disarankan oleh ahli nutrisi Marilyn Glenville.

"Jangan buru-buru termakan label marketing yang ada di depan paket," kata Marilyn yang juga menulis buku 'Natural Alternatives to Sugar'.

"Semua yang berakhiran dengan 'osa' seperti glukosa, sukrosa, fruktosa, laktosa, maltosa adalah bentuk lain dari gula sama seperti madu, agave, molase dan sirup. Semakin banyak nama itu di daftar kandungan maka semakin tinggi gulanya," lanjut Marilyn.

Hindari produk yang mengandung banyak gula.

2. Kurangi pelan-pelan

Foto: Thinkstock
Bila seseorang sudah terbiasa mengonsumsi makanan dan minuman manis untuk tiba-tiba berhenti tentu susah. Dengan mudahnya ditemukan makanan dan minuman tersebut di lingkungan sekitar maka sebaiknya mulai dengan mengurangi asupan pelan-pelan.

"Pelan-pelan mengimplementasikan langkah mengurangi konsumsi gula kemungkinan cara terbaik yang bisa dilakukan beberapa orang. Bila Anda kalap ketika melihat kue muffin, kue coklat, atau beberapa gelas wine di tempat kerja jangan merasa sudah gagal karena ini akan berubah jadi alasan untuk menyerah," papar ahli nutrisi Shona Wilkinson dari SuperfoodUK.com

3. Konsumsi probiotik

Foto: Thinkstock
Beberapa studi telah melihat bahwa kondisi biota mikro yang ada dalam perut bisa berpengaruh juga terhadap dorongan untuk mengonsumsi makanan dan minuman manis.

Seseorang yang memiliki bakteri 'baik' dan 'jahat' tak seimbang di dalam sistem pencernaannya akan lebih mudah untuk menginginkan gula. Ketika ia mulai mencoba berhenti atau mengurangi gula maka dorongan keinginan tersebut akan semakin kuat.

Ahli nutrisi Adrienne Benjamin mengatakan untuk mengatasinya bisa dengan mengonsumsi probiotik. "Makanan seperti yoghurt, kefire, sauerkraut, dan miso memberikan beragam bakteri probiotik dan bisa ditunjang lagi melalui berbagai suplemen," kata Adrienne.

4. Suplemen

Foto: Thinkstock
Ketika seseorang mulai mengurangi konsumsi gula dalam dietnya, energi tubuh tak bisa dihindari akan drop karena badan belum membiasakan diri. Akibatnya sebagai reaksi natural dorongan hasrat untuk mengonsumsi makanan manis pun meningkat.

Ahli nutrisi Cassandra Barns mengatakan untuk menekan hasrat mengonsumsi makanan manis tersebut suplemen dengan kandungan chromium bisa digunakan. "Mineral ini membantu menyelaraskan kadar insulin dan menjauhkan rasa lapar untuk makanan manis," kata Cassandra.

5. Usahakan kenyang lebih lama

Foto ilustrasi: Ari Saputra
Semakin banyak kita makan maka tentu semakin banyak pula gula yang masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu diusahakan sebisa mungkimembuat tubuh merasa kenyang lebih lama.

Cassandra mengatakan hal ini bisa dicapai dengan mengonsumsi beberapa sumber makanan yang tinggi protein. "Makanan tinggi protein perlu waktu lebih lama untuk dicerna sehingga dia ada di perut lebih lama membuat kita merasa kenyang," kata Cassandra.
Halaman 2 dari 6
Gula umumnya paling banyak didapatkan dari mengonsumsi makanan dan minuman olahan yang dijual di pasar. Oleh sebab itu ketika sedang berbelanja usahakan selalu cek label dan perhatikan kandungannya seperti disarankan oleh ahli nutrisi Marilyn Glenville.

"Jangan buru-buru termakan label marketing yang ada di depan paket," kata Marilyn yang juga menulis buku 'Natural Alternatives to Sugar'.

"Semua yang berakhiran dengan 'osa' seperti glukosa, sukrosa, fruktosa, laktosa, maltosa adalah bentuk lain dari gula sama seperti madu, agave, molase dan sirup. Semakin banyak nama itu di daftar kandungan maka semakin tinggi gulanya," lanjut Marilyn.

Hindari produk yang mengandung banyak gula.

Bila seseorang sudah terbiasa mengonsumsi makanan dan minuman manis untuk tiba-tiba berhenti tentu susah. Dengan mudahnya ditemukan makanan dan minuman tersebut di lingkungan sekitar maka sebaiknya mulai dengan mengurangi asupan pelan-pelan.

"Pelan-pelan mengimplementasikan langkah mengurangi konsumsi gula kemungkinan cara terbaik yang bisa dilakukan beberapa orang. Bila Anda kalap ketika melihat kue muffin, kue coklat, atau beberapa gelas wine di tempat kerja jangan merasa sudah gagal karena ini akan berubah jadi alasan untuk menyerah," papar ahli nutrisi Shona Wilkinson dari SuperfoodUK.com

Beberapa studi telah melihat bahwa kondisi biota mikro yang ada dalam perut bisa berpengaruh juga terhadap dorongan untuk mengonsumsi makanan dan minuman manis.

Seseorang yang memiliki bakteri 'baik' dan 'jahat' tak seimbang di dalam sistem pencernaannya akan lebih mudah untuk menginginkan gula. Ketika ia mulai mencoba berhenti atau mengurangi gula maka dorongan keinginan tersebut akan semakin kuat.

Ahli nutrisi Adrienne Benjamin mengatakan untuk mengatasinya bisa dengan mengonsumsi probiotik. "Makanan seperti yoghurt, kefire, sauerkraut, dan miso memberikan beragam bakteri probiotik dan bisa ditunjang lagi melalui berbagai suplemen," kata Adrienne.

Ketika seseorang mulai mengurangi konsumsi gula dalam dietnya, energi tubuh tak bisa dihindari akan drop karena badan belum membiasakan diri. Akibatnya sebagai reaksi natural dorongan hasrat untuk mengonsumsi makanan manis pun meningkat.

Ahli nutrisi Cassandra Barns mengatakan untuk menekan hasrat mengonsumsi makanan manis tersebut suplemen dengan kandungan chromium bisa digunakan. "Mineral ini membantu menyelaraskan kadar insulin dan menjauhkan rasa lapar untuk makanan manis," kata Cassandra.

Semakin banyak kita makan maka tentu semakin banyak pula gula yang masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu diusahakan sebisa mungkimembuat tubuh merasa kenyang lebih lama.

Cassandra mengatakan hal ini bisa dicapai dengan mengonsumsi beberapa sumber makanan yang tinggi protein. "Makanan tinggi protein perlu waktu lebih lama untuk dicerna sehingga dia ada di perut lebih lama membuat kita merasa kenyang," kata Cassandra.

(fds/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads