Namun, tubuh gemuk bukan berarti tak menimbulkan masalah baginya. Di usia yang terbilang cukup muda, Danny sudah mengalami sleep apnea dan susah tidur. Tak hanya itu, ia juga jadi korban bullying di sekolah hingga saat duduk di bangku SMA, Danny sempat berhenti sekolah selama setengah tahun.
"Setiap hari saya hanya duduk dan makan keripik serta minuman soda. Orang mengenal saya sebagai lelaki gemuk dan meski dokter mengingatkan saya untuk diet, tapi saya tidak melakukannya. Memang, tubuh saya selalu terasa lemas sehingga saya ingin selalu ada di tempat tidur," tutur Danny.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Studi: Bakteri di Alat Nge-gym Lebih Banyak Ketimbang di Kursi Toilet
Selain itu, ia mulai menerapkan clean eating dan menjauhi makanan tinggi gula serta soda. Dalam waktu 6 bulan, berat badan Danny berhasil turun 31 kg. Kini, bobot Danny 76 kg, turun 63 kg dari berat badan awal.
Menurut Danny, hobi angkat beban memberi keuntungan tersendiri bagi dia. Sebab, dengan latihan membentuk otot, ia tidak mengalami gelambir pada kulitnya. Apa yang dilakukan Danny pun ia dokumentasikan di instagramnya dengan tujuan menginspirasi orang lain.
"Ini bukan sekadar perjalanan fisik saya, tapi juga psikis. Sebab, kini saya adalah orang yang berbeda dari dua tahun lalu. Saya merasa lebih percaya diri, optimistis, dan nyaman dengan diri sendiri. Bahkan sekarang teman yang dulu membully saya meminta maaf setelah tahu perubahan yang saya alami," paparnya.
Baca juga: Diet OCD Plus Rajin Latihan Angkat Beban Sukses Bikin Faris Turun Bobot 25 Kg!
(rdn/up)











































