Selasa, 12 Jul 2016 15:02 WIB

Antara Olahraga dan Diet: Cara Paling Efektif Hilangkan Lemak Perut

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Perut yang membuncit karena penumpukan lemak (visceral fat) sering jadi keluhan karena dianggap tak sedap dipandang. Tapi lebih dari itu lemak di perut sebetulnya juga merupakan tanda risiko kesehatan dan studi menyebut penumpukan lemak di perut bahkan lebih berbahaya dibandingkan lemak di area tubuh lainnya.

"Studi kamu menunjukkan jika indeks massa tubuh (BMI) seseorang normal bukan berarti risiko terkena serangan jantungnya rendah. Jangan salah, hal ini justru bergantung pada distribusi lemak di dalam tubuhnya," ujar salah satu peneliti Dr. Fransisco Lopez-Jimenez, seorang pakar kardiologi dari Mayo Clinic di Rochester, Amerika Serikat.

Kabar baiknya lemak perut dipercaya lebih aktif secara metabolis dibandingkan lemak lain yang berada di bawah kulit (subcutaneous fat). Ini berarti ketika seseorang bertambah atau berkurang bobot tubuhnya maka sebagian besar karena lemak perut lah yang hilang atau bertambah.

Berangkat dari hal itu beberapa orang mungkin akan mencoba mencari cara yang paling efektif untuk bisa menghilangkan lemak perut. Tim dari program BBC "Trust Me I'm A Doctor" mencoba mencari jawabannya dengan melakukan eksperimen pada 35 orang.

Baca juga: Cuma Perut yang Buncit Lebih Bahaya Ketimbang Gemuk Rata

Partisipan diambil data kesehatan dasarnya termasuk besar lingkar pinggang dan kemudian dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok pertama diminta untuk lebih aktif bergerak dengan target melangkah lebih banyak tiap hari, kelompok kedua diminta untuk mengikuti program olahraga sit-up tiga kali sehari, kelompok ketiga diminta minum susu satu liter sehari, dan kelompok terakhir diminta hanya mengurangi jumlah porsi makannya.

Semua metode yang diprogramkan tersebut merupakan metode populer yang telah dicoba orang-orang untuk menghilangkan lemak perut.

Hasilnya setelah enam minggu semua partisipan diambil kembali data kesehatannya. Untuk kelompok pertama tidak ada penurunan lemak namun indikator kesehatan seperti gula dan tekanan darahnya meningkat drastis.

Sementara itu kelompok yang sit-up saja tidak hilang lemaknya dan tidak ada peningkatan pada indikator kesehatannya, namun khusus untuk lingkar pinggang ada penurunan rata-rata dua centimeter. Profesor Dylan Thompson dari University of Bath mengatakan ini kemungkinan hanya karena otot perut jadi lebih baik 'mendekap' lemak yang ada.

Kelompok ketiga yang mengonsumsi susu satu liter juga tidak ada perbaikan pada lemak dan indikator kesehatan. Meski rata-rata partisipan mengonsumsi 400 kalori tambahan dari susu, mereka tak bertambah lemaknya diduga oleh ahli metabolis Profesor Fredrik Karpe dari University of Oxford karena efek kenyang dari susu sehingga makan juga jadi lebih sedikit.

Kelompok keempat yang mengurangi porsi makan memiliki hasil paling positif. Secara kolektif partisipan dalam kelompok ini berhasil memangkas 35 kilogram dan mengecilkan lingkar pinggang hingga 5 centimeter.

"Kesimpulannya apabila Anda ingin menghilangkan lemak perut dengan cara yang sehat dan efektif, saran lama dengan kombinasi olahraga dan diet yang baik," tulis tim peneliti seperti dikutip dari BBC, Selasa (12/7/2016).

Baca juga: Olahraga untuk Menghilangkan Lemak dan Mengecilkan Perut Buncit (fds/up)