Studi ini melibatkan lebih dari 19 orang yang dibagi menjadi dua kelompok. Peneliti melakukan scan Magnetic resonance imaging (MRI) pada perut dan otak partisipan guna melihat bagaimana rasa kenyang yang terjadi di perut dan berpengaruh pada otak partisipan.
Dikutip dari Express, peserta pun dibagi menjadi dua kelompok. Awalnya, kedua kelompok diminta mengonsumsi milkshke. Kemudian, kelompok pertama minum air di gelas kecil dengan ukuran 50 ml dan kelompok kedua minum air putih di gelas besar dengan ukuran 350 ml.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil scan MRI pada perut menunjukkan bahwa minum gelas besar air putih mengisi kapasitas lambung dua kali lebih banyak ketimbang saat partisipan minum air putih di gelas kecil," tutur Guido Camps, penulis utama studi.
Camps menambahkan bahwa pada waktu yang sama, orang yang mengonsumsi air putih di gelas besar mengaku merasa lebih kenyang dan tidak terlalu lapar. Sedangkan pada area otak yang disebut dengan mid-temporal gyrus, terlihat adanya aktivitas yang terpengaruh oleh konsumsi airputih yang lebih banyak.
Dilaporkan Health Day, studi lebih lanjut tetap diperlukan. Dengan begitu, akan diperoleh informasi strategis bagaimana kombinasi air minum dan makanan dapat membantu orang merasa kenyang lebih cepat.
Dalam kesimpulannya, Guido menuturkan konsumsi air akan memenuhi ukuran lambung dan akan membatasi nafsu makan dalam jangka pendek. Selain itu, aktivitas daerah otak tertentu pun meningkat.
Baca juga: Mengapa Dehidrasi Bisa Sebabkan Kerusakan Otak? Ini Penjelasan Dokter (rdn/vit)











































