Buah dan Sayur Dijadikan Lauk Demi Turunkan Berat Badan, Sehat atau Tidak?

Buah dan Sayur Dijadikan Lauk Demi Turunkan Berat Badan, Sehat atau Tidak?

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Jumat, 12 Agu 2016 16:00 WIB
Buah dan Sayur Dijadikan Lauk Demi Turunkan Berat Badan, Sehat atau Tidak?
Foto: iStock
Jakarta - Bosan gemuk dan ingin menurunkan berat badan, tak sedikit orang kemudian mengubah pola makannya dengan menjadikan sayur serta buah sebagai lauk utama. Adakah efeknya bagi kesehatan?

Menurut ahli gizi Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, cara ini tidak dianjurkan karena berarti orang tersebut tidak mendapatkan cukup asupan penting lainnya seperti karbohidrat kompleks dan protein.

"Sesuai aturan gizi, untuk bisa hidup sehat seseorang harus mengonsumsi aneka ragam makanan, karena tidak ada satupun makanan yang mempunyai kandungan gizi lengkap," tutur Rita kepada detikHealth.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Ingin Perbaiki Pola Makan, Ini 4 Hal yang Bisa Anda Lakukan

Aneka ragam makanan yang dimaksud Rita yakni terdiri dari tiga kelompok yaitu bahan makanan sumber karbohidrat, kelompok sayur dan buah, serta protein hewani atau protein nabati.

Nah, ketika seseorang hanya mengonsumsi buah-buahan dan sayuran saja, berarti ia baru mengonsumsi satu kelompok bahan makanan saja. Ini tentu membuatnya berisiko kekurangan zat gizi, tepatnya kekurangan karbohidrat kompleks dan protein. Namun bukankah sayur dan buah termasuk makanan yang juga sehat dan mengandung karbohidrat?

"Pada sayur dan buah terdapat kandungan karbohidrat, namun jenisnya adalah karbohidrat sederhana. Sedangkan kandungan proteinnya relatif rendah," imbuh dosen di Politeknik Kesehatan Negeri Jakarta II tersebut.

(ajg/vit)

Berita Terkait