Senin, 22 Agu 2016 08:39 WIB

Asupan Berlabel Diet Efektif Bantu Program Penurunan Bobot? Ini Kata Pakar

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Sedang melakukan program penurunan berat badan? Hati-hati, jangan sampai terjebak pada makanan diet yang salah. Pakar mengatakan beberapa cara yang disebut-sebut dapat membantu menurunkan berat badan terbukti tidak benar.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah konsumsi soda diet ketika ingin menurunkan berat badan. Pakar menyebut tak semua makanan atau minuman yang menggunakan label diet bermanfaat. Riset terbaru dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health mengatakan tidak ada perbedaan signifikan antara kalori pada soda diet dan soda biasa.

Bahkan, mereka yang mengonsumsi soda diet berisiko 70 persen lebih tinggi memiliki lingkar perut yang lebih besar dalam waktu 10 tahun.

"Hal ini juga berlaku bagi minuman dan makanan yang memiliki label low-fat, low-sugar dan sejenisnya. Mereka mungkin terasa lebih hambar namun kenyataannya jumlah kalori mereka sama saja, bahkan lebih besar," tandas Amy Goodson, pakar diet dari Texas Health Ben Hogan Sports Medicine.

Baca juga: Studi: Berlebihan Konsumsi Minuman Manis Tingkatkan Risiko Kanker Empedu

Goodson mengatakan soda diet, susu low-fat ataupun minuman low-sugar memang tidak memiliki rasa semanis produk regulernya. Meski begitu, minuman-minuman tersebut tetap menggunakan pemanis buatan yang kandungannya kurang lebih sama.

"Sama halnya ketika Anda mengonsumsi camilan seperti biskuit atau pretzels. Meski jumlahnya sedikit, makanan ini memiliki jumlah karbohidrat yang tinggi dan membuat nafsu untuk mengonsumsi karbohidrat menjadi lebih besar," tandasnya, dikutip dari Health.com.

Goodson mengatakan lebih baik camilan diganti dengan buah-buahan atau sayuran. Jikapun ingin mengonsumsi camilan yang memiliki rasa, pilih camilan seperti selai kacang atau keju.

Makanan-makanan ini memang memiliki kalori lebih tinggi daripada kue. Meski begitu, kandungannya yang terdiri dari protein dan lemak dapat membuat Anda merasa kenyang dan menghindari kemungkinan untuk lapar lagi.

"Memang kalorinya lebih tinggi tapi protein membuat Anda kenyang lebih lama, dan hal ini malah membuat nafsu makan Anda berkurang," ungkapnya.

Baca juga: Terdengar Sehat, Asupan Ini Belum Tentu 'Aman' bagi Mereka yang Sedang Diet (mrs/vit)