Senin, 22 Agu 2016 10:00 WIB

Berteman dengan Orang yang Lebih Kurus Bisa Bantu Sukseskan Penurunan Bobot

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Perbaikan pola makan atau program diet dan olahraga terkadang dirasa kurang 'ampuh' untuk menurunkan berat badan. Sebuah studi mengungkap punya teman yang lebih kurus setidaknya bisa membantu.

Temuan ini menanggapi studi sebelumnya yang mengatakan peluang seseorang untuk menjadi gemuk akan bertambah jika dikelilingi orang gemuk, entah itu teman ataupun kerabat.

Peneliti melakukan pengamatan terhadap lebih dari 9.300 responden berusia 18-65 tahun. Masing-masing ditanya apakah mau bobotnya turun, tetap atau malah naik.

Tiap responden juga diminta menyebutkan 4 orang yang paling sering menghabiskan waktu bersama mereka, bisa teman atau kerabat. Kemudian mereka diminta menyebutkan apakah keempat orang ini lebih kurus, lebih gemuk atau berbobot sama dengan partisipan.

Baca juga: Dukungan Seperti Ini Lebih Efektif Bantu Seseorang Turunkan Bobot


Setahun kemudian, peneliti melakukan follow up dengan memberi pertanyaan serupa pada partisipan. Hasilnya, mereka yang ingin menurunkan bobot rata-rata memiliki sedikitnya satu teman akrab yang lebih gemuk, dan banyak berinteraksi dengan orang-orang yang lebih gemuk.

"Menariknya, mereka yang ingin kurus justru makin punya banyak teman yang bertubuh lebih gemuk. Karena sama-sama gemuk, mereka tentu tidak begitu mementingkan berat badan dalam pertemanan mereka, tidak ada stigma ataupun diskriminasi," terang peneliti seperti dilaporkan Livescience.

Akan tetapi ketika ada partisipan yang mencari teman bertubuh lebih kurus, bobot mereka memang cenderung turun. Bahkan peneliti mengungkap, menambah teman yang lebih kurus dikaitkan dengan penurunan indeks massa tubuh (BMI) sebesar 0,08 atau setara dengan 0,3 kg untuk seseorang dengan tinggi 170-an cm.

Peneliti juga menemukan, untuk tiap 100 interaksi sosial dengan orang yang lebih kurus berkaitan dengan penurunan bobot sebesar 0,03 kg. Sebaliknya untuk tiap 100 interaksi dengan orang yang lebih gemuk, terjadi kenaikan bobot sebanyak 0,04 kg.

Meski begitu ini bukan berarti seseorang yang ingin dietnya sukses harus meninggalkan teman-teman gemuknya. Peneliti mengakui hasil studi mereka terbatas sebab partisipan diminta menyebutkan bobotnya sendiri dan memberi penilaian tentang berat badan teman-temannya tanpa dibarengi dengan proses pengukuran bobot secara pasti.

"Kami juga tak tahu apa yang dilakukan partisipan dengan lingkaran sosialnya. Bisa jadi orang-orang ini berteman dengan mereka yang lebih gemuk atau sama gemuknya karena mereka tergabung dalam sebuah kelompok diet," tutupnya.

Mau coba?
(lll/vit)