Selasa, 06 Sep 2016 17:33 WIB

Ingin Diet Penurunan Bobot Ada Hasilnya? Coba Hindari Daging

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: istock
Jakarta - Banyak yang mengeluh sudah capek-capek mencoba berbagai jenis diet, tetapi bobot tak kunjung turun. Menurut penelitian terbaru, mungkin ini ada kaitannya dengan daging yang Anda makan.

Apa hubungannya? Setidaknya inilah yang diungkap dari penelitian yang dilakukan sebuah perusahaan penyedia produk penurun berat badan dari Inggris ini. Hasilnya, cara tercepat untuk menurunkan berat badan adalah dengan berhenti makan daging dan produk olahannya.

Dari hasil pengamatan terhadap 1.000-an responden ditemukan bahwa dalam sebulan menjalani diet vegetarian, pemakan daging hanya kehilangan sekitar 0,91 kg saja, sedangkan vegetarian berhasil menurunkan bobot hingga dua kali lipatnya, yaitu 1,81 kg.

Perubahannya juga tampak lebih signifikan jika pelaku diet berhenti makan daging sama sekali sejak memulai program, dengan bobot berkurang rata-rata 2,26 kg di bulan pertama saja.

Baca juga: Tak Cuma Bisa Turunkan Bobot, Diet Vegetarian Juga Turunkan Risiko Penyakit

Alasannya tak muluk-muluk. Peneliti menjelaskan ketika seseorang beralih ke pola makan vegetarian, maka gaya hidupnya juga akan berubah drastis menjadi lebih sehat.

Pertama, vegetarian berpeluang dua kali lebih besar menjadi anggota gym ketimbang pemakan daging (28 persen versus 14 persen). Kedua, ketika berbelanja, 57 persen vegetarian lebih memilih produk rendah lemak ketimbang pemakan daging yang hanya 29 persen. Dan hanya 12 persen vegetarian yang tetap mengonsumsi makanan cepat saji, dibandingkan pemakan daging yang jumlahnya mencapai 39 persen.

"Otomatis mereka juga lebih banyak melakukan aktivitas fisik seperti olahraga, rata-rata dua kali sepekan, sedangkan pemakan daging paling-paling hanya sekali sepekan," ungkap Lee Smith, direktur manajer perusahaan tersebut, seperti dilaporkan Express.co.uk.

Smith tidak mengatakan bahwa mengonsumsi daging hanya menimbulkan risiko bagi kesehatan. Hanya saja, peneliti menemukan bahwa pemakan daging seringkali memperlihatkan asupan kalori yang lebih tinggi dibanding vegetarian karena daging yang mereka konsumsi kerapkali diolah dengan cara yang tidak menyehatkan. Demikian dikutip dari nzherald, Selasa (6/9/2016).

"87 persen responden kami pun mengakui, mereka lebih mudah mengalami penurunan bobot setelah berhenti makan daging," pungkasnya.

Baca juga: Tak Semua Makanan Vegetarian Rasanya Hambar, Bisa Kok Diakali

Untuk menjadi seorang vegetarian juga tidak bisa serta-merta berhenti makan daging, sebab seharusnya dilakukan secara bertahap. Dijelaskan dalam buku 'Diet Enak Ala Vegetarian' karangan Drs Susianto, dr Hendry Widjaja, MARS dan Helda Mailoa, SST Gizi, dimulai dari mengurangi porsi makan daging sedikit demi sedikit. Bisa dalam hitungan pekan ataupun bulan.

"Selanjutnya, kurangi konsumsi daging unggas dan ikan. Tentu saja tahap ini harus diikuti dengan memperbanyak konsumsi biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran dan buah. Ini agar kebutuhan gizi tubuh tetap terpenuhi," ungkap penulis.

Proteinnya sendiri bisa diambil dari nabati, semisal kacang-kacangan. Kemudian memenuhi kebutuhan cairan sebanyak 6-8 gelas sehari.

Yang tak kalah penting, sebelum beralih ke pola makan vegetarian, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, apalagi jika punya riwayat penyakit serius. (lll/vit)