Cukup Bicara Singkat, Dokter Bisa Dorong Pasien untuk Turunkan Berat

Cukup Bicara Singkat, Dokter Bisa Dorong Pasien untuk Turunkan Berat

Firdaus Anwar - detikHealth
Selasa, 25 Okt 2016 13:35 WIB
Cukup Bicara Singkat, Dokter Bisa Dorong Pasien untuk Turunkan Berat
Foto: Thinkstock
Jakarta - Obesitas adalah salah satu masalah kesehatan yang saat ini mengancam dunia secara global. World Health Organization (WHO) memperkirakan pada tahun 2014 sekitar 39 persen populasi orang dewasa di atas 18 tahun mengalami berat badan berlebih dan 13 persennya obesitas.

Bila kondisi tersebut dibiarkan maka akan ada risiko penurunan tingkat kesehatan masyarakat akibat meningkatnya penyakit tak menular seperti stroke, diabetes, dan penyakit jantung. Oleh sebab itu berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi obesitas dan kegemukan kini jadi perhatian.

Baca juga: Kegemukan Bikin Otak Menua 10 Tahun Lebih Cepat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Satu studi yang dipublikasi di jurnal The Lancet baru-baru ini misalnya menyebut dokter umum bisa berkontribusi menurunkan angka obesitas hanya dengan cara sederhana berbincang pada pasien. Studi melihat pasien umumnya tidak akan tersinggung ketika dokter menyarankan menjaga berat badan.

"Karena dokter bisa mengangkat masalah berat badan berbeda dari bila dikatakan orang lain. Tidak seperti ketika menyebut istri Anda kelebihan berat badan," kata Paul Cooper, salah satu pasien dari 2.728 peserta studi.

Ketika dokter menyempatkan diri berbincang minimal 30 detik saja mengenai berat badan sehat maka pasien akan terdorong untuk mencapainya. Dari studi diketahui rata-rata berat pasien yang diberi nasihat bisa turun antara 1 hingga 2,4 kilogram (kg) dalam jangka waktu 12 bulan.

"Dampaknya cukup besar mengingat upaya yang ada, hanya 30 detik saja. Bila kita setiap tahun bisa mengurangi berat 2,4 kg dari orang-orang tergemuk di masyarakat maka tentu efeknya akan sangat besar untuk kesehatan," komentar Profesor Paul Aveyard dari University of Oxford seperti dikutip dari BBC, Selasa (25/10/2016).

"Hal ini harusnya masuk ke dalam kebiasaan-kebiasaan rutin ketika seseorang bertemu dokter seperti pada vaksin flu, cek tekanan darah, dan anjuran berhenti merokok," lanjut Prof Paul.

Baca juga: Lukisan Ini Gambarkan Masalah Kesehatan Manusia di Abad ke-21 (fds/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads