Jangan Lupakan Hal Ini untuk Mengimbangi Konsumsi Makanan Bersantan

Jangan Lupakan Hal Ini untuk Mengimbangi Konsumsi Makanan Bersantan

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Senin, 21 Nov 2016 11:35 WIB
Jangan Lupakan Hal Ini untuk Mengimbangi Konsumsi Makanan Bersantan
Foto: Thinkstock
Jakarta - Santan bisa menjadi sumber lemak bagi tubuh. Ketika dijadikan bahan mengolah makanan, masakan pedas bersantan pun jadi favorit beberapa orang. Namun, dalam mengonsumsinya ada beberapa hal yang baiknya diperhatikan.

Seperti penuturan Prof Ir Ahmad Sulaeman PhD dari Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB), ketika mengonsumsi makanan pedas bersantan, perhatikan jumlah konsumsi buah dan sayur.

Baca juga: Tersedia Banyak Jajanan, Terapkan 'Aturan' Ini Agar Tak Asup Kalori Berlebih

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Konsumsi buah dan sayurnya ditingkatkan. Misalnya ikan dabu-dabu dikombinasi dengan sayur daun pepaya sama pakis ditumis, itu seratnya tinggi daun pepaya dan pakis," kata Prof Ahmad di sela-sela 'Jelajah Gizi Bersama Sari Husada' di Minahasa, Sulawesi Utara baru-baru ini.

Selain tinggi serat, fitokimia yang bisa menjadi antioksidan yang cukup tinggi pada daun pepaya dan pakis juga bisa membantu penyerapan kolesterol. Ditambahkan Prof Ahmad, daun pepaya bisa menurunkan tekanan darah karena mengandung alkaloid. Kemudian, kandungan kaliumnya pun tinggi. Antioksidan dalam daun pepaya juga tinggi.

Untuk buah dan sayur yang dikonsumsi sebagai penyeimbang makanan bersantan, menurut Prof Ahmad jenisnya tak harus khusus, konsumsi saja buah dan sayur yang tersedia saat itu.

"Ingat aturan konsumsi sayur dan buah minimal 5 porsi sehari, kalau dirasa makan makanan yang bersantan lebih banyak, tambahi lagi porsinya, nggak apa-apa," kata Prof Ahmad.

Selain itu, bisa juga diterapkan aturan makan 'piring makanku'. Dalam satu piring, konsumsi karbohidrat seperempat porsi, protein seperempat porsi, dan sayur serta buah setengah porsi.

Baca juga: Perhatikan, Begini Pola Diet Tepat untuk Anda yang Berkolesterol Tinggi

Terlalu banyak mengonsumsi lemak yang tidak sehat sama bahayanya dengan kolesterol tinggi. Simak video Bincang Sehat berikut ini untuk tahu lebih banyak:
(rdn/up)

Berita Terkait