Demikian disampaikan oleh para peneliti dari Brigham and Women's Hospital di Boston dan University of Murcia. Kesimpulan ini didapat setelah mereka melakukan penelitian terhadap 420 responden di Spanyol.
Para responden ini mengikuti program diet selama 20 pekan. Dalam studi ini, mereka dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diminta untuk makan siang sebelum pukul 3 sore, sementara sisanya diminta untuk makan siang setelah waktu tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ngantuk Pasca Makan Siang? Bisa Jadi karena Kebanyakan Garam dan Protein
"Studi ini menunjukkan bahwa waktu makan turut menentukan efektivitas penurunan berat badan. Hasil studi kami menemukan bahwa makan terlambat dapat membuat proses penurunan berat badan menjadi lebih lambat dan hasilnya pun kurang signifikan," ujar peneliti Frank Scheer, seperti dikutip dari ABC Australia, Jumat (2/12/2016).
Masih diteliti lebih lanjut apa sebenarnya alasan ilmiah di balik hubungan antara waktu makan dan efektivitas penurunan berat badan ini. Namun diduga kuat hal ini adalah karena rasa lapar yang tertunda sehingga membuat Anda lebih kalap.
Studi dari University of Pennsylvania dan Carnegie Mellon University menyebutkan bahwa orang umumnya cenderung memesan makanan dengan kalori berlebihan, jika hal ini dilakukan di dekat waktunya makan atau malah ketika waktu makan sudah terlewat.
"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa memesan makanan ketika Anda sudah lapar, dapat mengarah pada konsumsi kalori berlebihan," ujar penulis utama studi ini, Eric M. VanEpps.
Baca juga: Sering Gabungkan Sarapan dan Makan Siang? Ini Efeknya bagi Tubuh
(ajg/up)











































